Tiga Jurnalis Indonesia Diculik Militer Israel, Puluhan Wartawan di Bondowoso Gelar Aksi Damai
Aksi yang diikuti sekitar 20 jurnalis tersebut dilakukan dengan berorasi, membentangkan poster berisi kecaman terhadap militer Israel, serta seruan tentang perlindungan terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Dalam aksi tersebut, peserta yang terdiri dari jurnalis media nasional dan regional itu menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni :
1. Mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomasi secara maksimal dengan pihak Zionis Israel, demi bebasnya 3 jurnalis Indonesia yang disandera.
2. Menegaskan bahwa kerja jurnalistik harus dihormati dan dilindungi sesuai prinsip kemanusiaan dan kebebasan pers
3. Mendorong keterlibatan lembaga internasional dalam memastikan keselamatan jurnalis dan warga sipil.
4. Meminta perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik.
"Aksi damai ini merupakan bentuk solidaritas sesama insan pers atas peristiwa yang menimpa rekan-rekan jurnalis Indonesia. Kami juga mendesak pemerintah untuk segera menempuh langkah diplomatik, agar para jurnalis dan relawan asal Indonesia dapat dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat. Jurnalisme bukan kejahatan, dan keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas utama," tegas Ocha Pangistu, Koordinator Aksi.
Aksi ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para jurnalis dan relawan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Editor: Riski Amirul Ahmad