Pemkab Sabu Raijua Audiensi ke Ditjen Dikti Bahas Prodi Agribisnis
JAKARTA, iNewsBondowoso.id — Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua bersama Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek di Jakarta. Audiensi tersebut membahas rencana pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis di PSDKU Kampus 6 Sabu Raijua.
Pemkab Sabu Raijua mendorong pembukaan program studi tersebut karena sesuai dengan potensi ekonomi daerah. Kehadiran prodi ini juga diharapkan membantu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan sektor agribisnis lokal.
Bupati Sabu Raijua Krisman Bernard Riwu Kore mengatakan pemerintah daerah siap mendukung rencana tersebut. Dukungan itu mencakup penyediaan sarana dan prasarana serta dukungan anggaran sesuai kemampuan daerah.
“Dukungan dari Ditbaga sangat kami harapkan terkait usulan prodi Pengelolaan Agribisnis karena sangat relevan dengan potensi daerah,” ujar Krisman.
Dalam audiensi tersebut, Pemkab Sabu Raijua juga mendapat respons positif dari Ditjen Dikti. Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., menyatakan pihaknya siap memproses usulan tersebut.
“Bila telah dapat rekomendasi dari LLDikti, Ditbaga akan melakukan percepatan evaluasi dokumen usulan agar izin operasional segera terbit,” ujar Mukhamad Najib.
Sementara itu, Polije menyatakan kesiapannya mendukung kebutuhan akademik PSDKU Kampus 6. Polije akan mengawal proses administrasi serta menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan agribisnis Sabu Raijua.
Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengapresiasi dukungan Pemkab Sabu Raijua dan Ditjen Dikti terhadap penguatan Kampus 6. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas akses pendidikan vokasi di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Ditjen Dikti dan Pemkab Sabu Raijua dalam penguatan PSDKU Kampus 6,” ujar Saiful.
Pemkab Sabu Raijua berharap pembukaan prodi baru dapat memperkuat pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Selain itu, lulusan program studi diharapkan mampu mengelola potensi agribisnis lokal dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.
Editor: Riski Amirul Ahmad