Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pasca Pelarangan Jurnalis Ambil Gambar Jenazah Pendaki, 2 Oknum Kepolisian di Bondowoso Minta Maaf
Advertisement . Scroll to see content

Tiga Jurnalis Indonesia Diculik Militer Israel, Puluhan Wartawan di Bondowoso Gelar Aksi Damai

Kamis, 21 Mei 2026 | 19:54 WIB
  • author Oky
Tiga Jurnalis Indonesia Diculik Militer Israel, Puluhan Wartawan di Bondowoso Gelar Aksi Damai
puluhan jurnalis di Kabupaten Bondowoso menggelar aksi damai di Monumen Gerbong Maut Alun-alun Kota Bondowoso. Foto: Oky

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Puluhan jurnalis di Kabupaten Bondowoso menggelar aksi damai di Monumen Gerbong Maut Alun-alun Kota Bondowoso menyusul tiga jurnalis Indonesia yang diculik pihak militer Israel,.

Tiga jurnalis Indonesia yang ditahan tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika.co.id, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Mereka merupakan bagian dari sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan internasional menuju Gaza.

Tiga jurnalis dan relawan Indonesia tersebut dilaporkan juga tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, yang dicegat oleh militer Israel di perairan internasional.

Aksi yang diikuti sekitar 20 jurnalis tersebut dilakukan dengan berorasi, membentangkan poster berisi kecaman terhadap militer Israel, serta seruan tentang perlindungan terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

Dalam aksi tersebut, peserta yang terdiri dari jurnalis media nasional dan regional itu menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni :

1. Mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomasi secara maksimal dengan pihak Zionis Israel, demi bebasnya 3 jurnalis Indonesia yang disandera.

2. Menegaskan bahwa kerja jurnalistik harus dihormati dan dilindungi sesuai prinsip kemanusiaan dan kebebasan pers

3. Mendorong keterlibatan lembaga internasional dalam memastikan keselamatan jurnalis dan warga sipil.

4. Meminta perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik.

"Aksi damai ini merupakan bentuk solidaritas sesama insan pers atas peristiwa yang menimpa rekan-rekan jurnalis Indonesia. Kami juga mendesak pemerintah untuk segera menempuh langkah diplomatik, agar para jurnalis dan relawan asal Indonesia dapat dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat. Jurnalisme bukan kejahatan, dan keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas utama," tegas Ocha Pangistu, Koordinator Aksi.

Aksi ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para jurnalis dan relawan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. 

Editor: Riski Amirul Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut