get app
inews
Aa Text
Read Next : Perang Tarif Dagang China Amerika, Pengusaha Tahu Tetap Pertahankan Ukuran Meski Harga Kedelai Naik

Buka Posko Pengaduan PMI Terdampak Perang, Keluarga TKW Menangis Minta Dipulangkan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:38 WIB
header img
Bupati Situbondo saat di Posko Pengaduan PMI Terdampak Perang Timur Tengah. Foto : Sugeng

SITUBONDO, INewsBondowoso.id - Suasana memanas antara Iran dan Israel, berdampak pada Migran yang ada di luar negeri.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuka posko pengaduan terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI).


Berawal dari program Bupati Situbondo yang membuka pengaduan di media sosial melalui platform Tik Tok pribadinya, saat siaran berlangsung beberapa masyarakat mengeluhkan tentang kondisi di Situbondo.

Berselang kemudian seorang warga asal Situbondo mengaku saat ini ada di Negara Oman dan ingin pulang ke Situbondo karena saat ini kondisi kawasan timur sedang panik, karena adanya ledakan bom akibat perang.

" Saat saya sedang live Tik Tok ada satu orang asal Situbondo berada di Oman yang saat ini negara itu sedang terdampak perang. Untuk itu saya perintahkan Kepala Dinas untuk membuat posko pengaduan, baik itu online maupun offline,"  kata Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Dari laporan yang masuk, menurut Bupati Situbondo sudah ada sekitar tiga orang migran yang berada di wilayah terdampak konflik perang dan tidak menutup kemungkinan bisa bertambah jumlahnya.


" Sementara saat ini baru tiga yang terdata, untuk itu saya minta kepada Dinas terkait untuk proaktif mencari informasi warga Situbondo yang berada di wilayah terdampak perang, " ucapnya.


Nantinya, Bupati akan melakukan komunikasi dengan instansi terkait, termasuk KJRI maupun KBRI di negara setempat dan juga dengan kementrian di pusat, untuk pemulangan Migran asal Situbondo.

Posko Pengaduan yang dibuka di depan Pendopo Rakyat Situbondo, Kamis (5/3/2026) langsung didatangi oleh Keluarga Migran atas nama Sri Wahyuningsih, yang saat bekerja di Oman tersebut.

Kepada keluarganya, Sri Wahyuningsih awal datang menjadi TKW bekerja di Dubai, karena dampak perang dirinya berada penampungan di Oman bersama beberapa migran asal Indonesia lainnya.

" Kami menerima informasi bahwa yang bersangkutan saat ini berada di penampungan bersama temannya yang lain dan tidak bisa pulang ke tanah air, " kata perwakilan keluarga Sri Wahyuningsih.

Pihak Disnaker Kabupaten Situbondo menghimbau kepada keluarga PMI yang saat ini berada di wilayah terdampak perang khususnya di Timur Tengah untuk segera melapor ke posko pengaduan baik itu online maupun offline.



Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut