JAKARTA, INewsBondowoso.id - Pemerintah berencana akan melakukan restrukturisasi dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari pihak legislatif.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan, mendukung langkah pemerintah tersebut.
Nasim Khan mengatakan, langkah ini transformasi BUMN, bukan sekadar menutup perusahaan yang dinilai tidak produktif.
BUMN diharapkan bisa meningkatkan efisiensi, profesionalitas, serta kontribusi perusahaan negara terhadap perekonomian nasional.
"Tentu harapan kami transformasi ini bisa menjadikan BUMN berjalan sesuai dengan koridornya dan lebih profit, deviden, dan memikirkan rakyat yang betul-betul hadir untuk bangsa," ungkap Nasim Khan.
Pemerintah telah menutup 290 entitas BUMN dan menargetkan jumlah BUMN menjadi paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026.
Masih ada lebih dari 750 BUMN yang akan ditutup atau ditata dalam proses restrukturisasi tersebut.
Presiden juga menyebut restrukturisasi tersebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun, antara lain dari pengurangan biaya gaji direksi dan komisaris serta berbagai pengeluaran lainnya.
Penghematan tersebut akan diarahkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, dan kebutuhan yang memberikan manfaat langsung kepada rakyat.
Editor : Riski Amirul Ahmad
Artikel Terkait
