JEMBER, iNewsBondowoso.id - Tim dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong warga Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember, mengembangkan potensi pekarangan. Kegiatan ini mendapat dukungan P3M Politeknik Negeri Jember melalui pendanaan PNBP 2026 dengan skema Pengabdian kepada Masyarakat dan berlangsung pada Juli hingga September 2026.
Program bertajuk “Gerakan Transformasi Pekarangan Pangan Lestari Berbasis Agrobiodiversitas untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional” melibatkan kelompok perempuan anggota TP PKK Desa Karangpring. Tim mengajak peserta mengelola pekarangan sebagai sumber pangan sekaligus peluang tambahan pendapatan keluarga.
Fadil Rohman, S.P., M.Si. memimpin kegiatan tersebut bersama Rindha Rentina Darah Pertami, S.P., M.Si., Ir. Tri Rini Kusparwanti, MP., Suwardi, MP., dan Anggita Rizky Fadilah, S.Stat., M.Si. Tim memberikan sosialisasi dan pelatihan sesuai kondisi lingkungan setempat.
“Pemanfaatan pekarangan dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Dengan mengembangkan beragam tanaman pangan, masyarakat dapat meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi dari hasil pekarangan,” ujar Fadil.
Tim juga mengenalkan berbagai tanaman pangan yang dapat masyarakat kembangkan di sekitar rumah. Selain itu, peserta mempraktikkan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.
“Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair dapat membantu masyarakat mengelola limbah sekaligus menyediakan bahan pendukung untuk tanaman. Keterampilan ini juga dapat diterapkan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan rumah,” jelas Fadil.
Kegiatan tidak berhenti pada budidaya tanaman. Tim memberikan pelatihan pengemasan sayuran segar siap jual agar peserta memahami cara meningkatkan tampilan dan nilai jual produk.
Tim juga mengenalkan digital marketing sebagai strategi memperluas pemasaran. Peserta mempelajari pemanfaatan media digital untuk memperkenalkan produk sayuran kepada calon konsumen.
“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan dari kegiatan ini dapat terus diterapkan oleh masyarakat. Dengan pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan, keluarga dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mengembangkan peluang ekonomi,” pungkas Fadil.
Editor : Riski Amirul Ahmad
Artikel Terkait
