JEMBER, iNewsBondowoso.id — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mempercayakan sembilan skema pelatihan kepada Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui program SMK Go Global Tahun 2026.
Program tersebut diawali dengan pelatihan Plantation Worker Sawit yang berlangsung di Auditorium Vokasi Polije, Jumat (2/10/2026). Sebanyak 49 peserta mengikuti pelatihan untuk mendapatkan pembekalan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan KP2MI/BP2MI, Suliyem, S.Sos., M.M., mengatakan Polije memenuhi persyaratan sebagai penyelenggara program.
“Kami melakukan survei langsung dan seluruh dokumen pendukung juga oke dan lengkap. Sehingga kami sangat yakin memilih Polije untuk menjalankan program ini,” ujar Suliyem.
Menurut Suliyem, kepercayaan tersebut menjadi bagian dari pengembangan program SMK Go Global. KP2MI berencana memperluas bidang pelatihan dan meningkatkan jumlah peserta pada pelaksanaan berikutnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Polije Bidang Kemahasiswaan, Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., mengatakan Polije mendapat kepercayaan untuk menjalankan sembilan skema pelatihan sepanjang 2026.
“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini Polije mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk menyelenggarakan sembilan skema pelatihan,” kata Wahyu.
Wahyu menilai program tersebut menjadi kesempatan bagi Polije untuk memperkuat kontribusi pendidikan vokasi dalam menyiapkan calon pekerja migran. Peserta mendapatkan pembekalan berbasis kompetensi sesuai bidang pekerjaan yang dituju.
Suliyem berharap kerja sama tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar internasional. Peluang penempatan juga terbuka untuk kawasan Asia, Eropa, Australia, dan negara lainnya.
Editor : Riski Amirul Ahmad
Artikel Terkait
