JEMBER, iNewsBondowoso.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong pengembangan teknologi berkelanjutan melalui Engineering Expo 2026, Rabu (21/10/2026). Jurusan Teknik mengangkat tema “Engineering Impact: Akselerasi Sinergi Industri dan Pendidikan untuk Kemandirian Teknologi Berkelanjutan”.
Ketua Panitia, Siti Diah Ayu Febriani, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa expo menghadirkan pameran inovasi, kompetisi, dan talk show industri.
“Kami memberi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperkenalkan inovasi sekaligus berbagi gagasan mengenai pengembangan teknologi,” ujar Siti.
Kompetisi dalam kegiatan ini mencakup lomba karya inovasi, SI, AutoCAD, dan Masco. Sementara itu, perwakilan PT TES dan PT Yamaha mengisi talk show untuk memperluas wawasan peserta mengenai kebutuhan industri.
“Selain menampilkan inovasi, kami menargetkan perluasan jejaring melalui kerja sama dengan industri dan sekolah,” tambah Siti.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengapresiasi langkah Jurusan Teknik dalam mengembangkan inovasi yang mendukung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi industri dapat memperkuat penerapan hasil pengembangan teknologi.
“Jurusan Teknik terus menunjukkan komitmen untuk mengembangkan inovasi dan membangun sinergi dengan dunia industri,” ungkap Saiful.
Jurusan Teknik juga mengembangkan inovasi yang berorientasi pada energi hijau dan konservasi lingkungan. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mendukung lingkungan yang lebih berkelanjutan.
“Kami berharap inovasi kampus tidak berhenti pada pameran, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat dan lingkungan,” lanjut Saiful.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut ialah kerja sama Polije dengan PT Rola Semendika dan pondok pesantren. Kemitraan ini mendukung konservasi lingkungan serta penanganan sampah rumah sakit.
Selain itu, panitia menargetkan penandatanganan MoU dengan PT TES dan PT Yamaha. Engineering Expo 2026 juga melibatkan perwakilan sekitar 44 SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, Polije ingin memperkuat hubungan antara pendidikan, industri, dan masyarakat. Dengan demikian, pengembangan inovasi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri dan agenda keberlanjutan.
Editor : Riski Amirul Ahmad
Artikel Terkait
