Dari Lahan Sempit Jadi Cuan Jutaan, Petani Situbondo Sukses Kembangkan Alpukat Bonsai

Oky
Petani di Situbondo berhasil mengembangkan inovasi bibit alpukat bonsai. Foto : Ist

SITUBONDO, INewsBondowoso.id - Berawal dari keinginan sederhana membantu warga yang tidak memiliki lahan luas untuk menanam alpukat, seorang petani di Kabupaten Situbondo berhasil mengembangkan inovasi bibit alpukat bonsai.

Bukan sekadar berukuran pendek, bibit alpukat yang dikembangkan Mumtazudin ini mampu tumbuh subur, berbunga, bahkan berbuah lebat meski tingginya hanya sekitar 1 hingga 1,5 meter.

Inovasi tersebut dikembangkan di kawasan kebun Sampean Green Farm (SGF), Soko Negoro, Situbondo.

Di lahan sekitar satu hektare itu, Mumtazudin membudidayakan berbagai jenis alpukat menggunakan teknik okulasi.

Ide membuat alpukat bonsai muncul ketika banyak warga yang datang ke kebunnya dan mencari bibit alpukat untuk ditanam di halaman rumah.

Persoalannya, tidak semua orang memiliki lahan luas. Mereka menginginkan tanaman yang tidak membutuhkan banyak ruang, tetapi bisa segera menghasilkan buah.

Melihat peluang tersebut, Mumtazudin kemudian memanfaatkan bibit hasil okulasi yang dimilikinya untuk dikembangkan menjadi alpukat bonsai.


Hasilnya cukup mengejutkan. Tanaman yang dibuat pendek tersebut tetap mampu menghasilkan bunga dan buah dalam jumlah banyak.

Beragam varietas pun dikembangkan, di antaranya alpukat Aligator, Kelud, dan Miki.
Inovasi yang awalnya hanya coba-coba tersebut kini justru menjadi salah satu produk yang paling diminati konsumen.

"Setiap hari, rata-rata 15 hingga 25 batang bibit alpukat mampu terjual. Tingginya permintaan membuat bisnis bibit alpukat ini berpotensi menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah per hari, tergantung jenis dan harga bibit yang terjual," ungkapnya.

Tak hanya konsumen dari sekitar Situbondo, keberadaan bibit alpukat bonsai juga menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin memiliki tanaman buah produktif di pekarangan rumah.


Selain alpukat bonsai, Mumtazudin juga memproduksi berbagai jenis bibit alpukat menggunakan metode okulasi.

Bibit yang dipasarkan rata-rata memiliki tinggi sekitar 1 hingga 2 meter. Dengan ukuran tersebut, tanaman diharapkan lebih cepat beradaptasi dan menghasilkan buah setelah ditanam.



Editor : Riski Amirul Ahmad

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network