JEMBER, iNewsBondowoso.id - Mengantisipasi risiko kesehatan di tengah padatnya penonton Jember Fashion Carnaal 2026, IHC RSU Kaliwates menerjunkan tim patroli medis khusus di sepanjang rute parade. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan darurat bagi penonton maupun panitia yang mengalami penurunan kondisi fisik selama acara berlangsung.
Sebanyak 18 personel medis yang terdiri dari dokter dan perawat disiagakan secara tersebar dengan dukungan penuh dari markas komando RSU Kaliwates Jember. Tim ini bergerak menyisir area kerumunan untuk merespons cepat setiap gangguan kesehatan yang dialami pengunjung.
"Kami menerjunkan 18 personil yang terdiri atas tiga dokter dan tiga perawat, serta didukung tim dari pusat komando di RSU Kaliwates," ujar Dokter Spesialis RSU Kaliwates, dr. Pungki.
Ancaman cuaca terik serta tingginya kelelahan fisik menjadi perhatian utama petugas medis di lapangan. Potensi gangguan seperti dehidrasi hingga serangan panas kerap menimpa masyarakat yang berdiri berjam-jam menyaksikan karnaval.
"Penanganan paling sering meliputi kasus heat stroke dan dehidrasi," jelas dr. Pungki.
Petugas medis juga mencatat banyaknya penonton serta panitia pendamping yang mengabaikan asupan makanan sebelum beraktivitas. Akibat kurangnya nutrisi dan cairan, stamina pengunjung kerap mendadak drop di tengah kepadatan massa.
"Teman-teman LO dan penonton sering lupa sarapan serta kurang menjaga nutrisi, sehingga banyak yang tumbang di penghujung acara," tambah dr. Pungki.
Melalui tim pertolongan cepat ini, IHC RSU Kaliwates berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat demi suksesnya gelaran pesta budaya tahunan di Kabupaten Jember tersebut.
"Terus semangat untuk JFC, pertahankan prestasi terbaik ini, dan semoga JFC semakin jaya," pungkas dr. Pungki.
Kesiapsiagaan personel medis di sepanjang rute utama ini memberi rasa aman bagi puluhan ribu warga dan wisatawan yang memadati kawasan kota.
Editor : Riski Amirul Ahmad
Artikel Terkait
