get app
inews
Aa Text
Read Next : 14 Kali Bobol Rumah Tetangga, Pemuda Bondowoso Habiskan Uang Curian untuk Pod dan Judi Online

Meski Tinggal di Rumah Mewah, Seorang Pemuda Bondowoso Tak Gengsi Jualan Cilok di SPBU

Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:59 WIB
header img
Danil Saat Mempersiapkan Dagangan Cilok di Depan Rumahnya. Foto : Ist

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Seorang pemuda di Bondowoso mendadak viral dan menjadi buah bibir. Meski memiliki rumah mewah dan hidup berkecukupan, namun ia justru memilih berjualan cilok menggunakan sepeda motornya.

​Pemuda tersebut yaitu bernama lengkap Danil Abdul Azis (23), warga Desa Patemon Kecamatan Tlogosari.

Danil lebih memilih berjualan cilok meski sebenarnya ia hidup berkecukupan usai diangkat menantu oleh seorang petani kaya.

Di rumah berarsitektur mewah dan modern Danil sehari-hari tinggal dengan istrinya,  Fera Faunia serta anak semata wayangnya yang masih berusia satu tahun.

Enggan bergantung pada kekayaan yang ada, Danil memilih mandiri dengan berdagang cilok untuk menafkahi keluarganya.

Meski awalnya sempat ditentang sang mertua,  namun perlahan pekerjaanya direstui lantaran ciloknya laris manis.

"Awalnya sempat ada penolakan. Namun setelah cilok saya banyak yang beli, ya direstui sama mertua," ungkap Danil.

Ia kerap dijuluki netizen sebagai CEO yang sedang menyamar pasalnya, ia sehari-hari berjualan cilok di SPBU Tlogosari.

​Kisah ini bermula saat Danil kerap membagikan aktivitas berjualan ciloknya di media sosial. Kini, konten cilok Danil viral dan salah satu videonya bahkan telah menembus 8,6 juta penonton.

​Danil mengaku sama sekali tidak gengsi berjualan cilok setiap hari di SPBU Tlogosari mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

​Dalam sehari berhasil menjual hingga 5 plastik besar pentol. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat sejak videonya viral dan kerap masuk For Your Page (FYP) di TikTok. Kini, omzetnya pun melonjak hingga Rp500 ribu per hari.

​Sebelum beralih ke cilok, Danil mengaku sempat berjualan bakso dengan resep dari orang tuanya. Saat itu, omzetnya bahkan mencapai jutaan rupiah per hari.

Namun karena kewalahan memenuhi permintaan pembeli yang semakin membeludak, Danil dan istri akhirnya memilih mundur dan berganti berjualan cilok.

​Danil menegaskan bahwa dirinya tidak mencari popularitas di media sosial. Ia hanya berharap videonya di TikTok bisa memotivasi anak muda lain agar tidak gengsi selama menjalani pekerjaan yang halal dan mandiri tanpa bergantung pada orang tua.

​Sebab, Danil memegang prinsip bahwa 100 persen hidupnya adalah 100 persen tanggung jawabnya sendiri. Ke depan, ia dan istri berharap usaha ini bisa terus berkembang dan membuka lapangan kerja.

​"Siapa tahu dengan saya jualan cilok ini, nanti bisa membuat banyak gerobak dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," pungkasnya.


Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut