Jalur KA Bondowoso Diwacanakan Aktif Lagi, Akses Wisata hingga Perdagangan Bakal Terbuka
BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Wacana reaktivasi jalur kereta api di Kabupaten Bondowoso kembali menjadi perhatian. Pengaktifan kembali jalur kereta api dinilai dapat membuka peluang baru bagi masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas transportasi dan perekonomian daerah.
Jalur kereta api di Bondowoso memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi salah satu sarana transportasi penting yang menghubungkan wilayah Bondowoso dengan daerah lain di Jawa Timur.
Namun, seiring berhentinya operasional kereta api, sejumlah bagian jalur kini tidak lagi digunakan untuk perjalanan kereta penumpang.
Reaktivasi jalur tersebut diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali transportasi berbasis rel, tetapi juga memberikan dampak terhadap berbagai sektor.
Mulai dari mobilitas masyarakat, perdagangan, pariwisata hingga distribusi hasil pertanian dan komoditas unggulan Bondowoso.
Keberadaan kereta api juga dinilai dapat memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi maupun angkutan jalan raya.
Jika terealisasi, konektivitas kereta api berpotensi memperkuat akses Bondowoso menuju sejumlah daerah di kawasan Tapal Kuda.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa kehadiran kembali kereta api bukan sekadar menghidupkan jalur lama, tetapi menjadi kebutuhan masyarakat untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Reaktivasi ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, memperkuat konektivitas antar daerah, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata," ungkap Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid.
Hal ini sekaligus dapat mendukung pengembangan destinasi wisata yang selama ini menjadi salah satu potensi ekonomi daerah.
Sejumlah destinasi wisata seperti kawasan Ijen, Kawah Wurung, hingga berbagai objek wisata alam dan budaya di Bondowoso dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya akses transportasi.
Editor: Riski Amirul Ahmad