get app
inews
Aa Text
Read Next : 750 Kasus Kecelakaan Terjadi Selama Arus Mudik 2026, Kapolda Jatim Imbau Pemudik Tetap Waspada

Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, Anggota DPR RI Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

Selasa, 28 April 2026 | 19:23 WIB
header img
Duka Cita Mendalam Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Foto : Ist

JAKARTA, INewsBondowoso.id - Kecelakaan tragis melibatkan dua rangkaian kereta api terjadi di kawasan Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang pada Senin malam menyita perhatian masyarakat.

Insiden ini melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan Bekasi dengan KA Argo Bromo Anggrek yang melaju menuju Stasiun Gambir.

Peristiwa nahas tersebut terjadi diduga akibat sebuah mobil taksi listrik yang mengalami mati mesin di perlintasan sebidang.

KRL yang berhenti di lokasi kemudian tertabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah.

Bagian depan kereta jarak jauh itu juga tampak ringsek. Proses evakuasi berlangsung dramatis.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi  PKB Nasim Khan, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.

Ia menilai kecelakaan kereta api umumnya terjadi akibat kombinasi berbagai faktor, bukan semata satu penyebab.

“Biasanya ini gabungan antara faktor teknis, manusia, dan infrastruktur,” ujarnya.

Nasim menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang yang belum dilengkapi palang pintu maupun petugas.

Selain itu, rendahnya kedisiplinan pengguna jalan juga dinilai menjadi faktor yang kerap memicu kecelakaan.

Ia juga menyinggung keterbatasan visibilitas di sejumlah titik perlintasan, terutama di area padat bangunan atau tikungan tajam, yang semakin berisiko saat malam hari.

Lebih lanjut, Nasim menekankan pentingnya edukasi keselamatan kepada masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa kereta api memiliki prioritas utama di jalur rel dan tidak dapat berhenti secara mendadak.

Selain itu, Nasim Khan mendorong pemerintah bersama PT KAI untuk mempercepat peningkatan keselamatan, seperti penutupan perlintasan liar serta pembangunan flyover dan underpass di titik rawan kecelakaan.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. 

Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut