get app
inews
Aa Text
Read Next : Peringati Kemerdekaan Indonesia, Ratusan Siswa SDIT Nurul Anshar Bentangkan Bendera 400 Meter

Ratusan Warga Bondowoso Demo Tolak Indonesia Gabung Board of Peace

Jum'at, 13 Februari 2026 | 19:49 WIB
header img
Aksi demonstrasi penolakan terhadap rencana Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BOP). Foto : Ist

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Ratusan warga menggelar aksi demonstrasi penolakan terhadap rencana Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BOP) yang disebut sebagai inisiatif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Aksi tersebut berlangsung di Alun-Alun Ki Bagus Asra, Kabupaten Bondowoso.
Demonstrasi ini diikuti ratusan warga yang tergabung dalam Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (KUMAIL).

Mereka menyuarakan penolakan terhadap dugaan keterlibatan Indonesia dalam BOP yang diklaim sebagai program bentukan pemerintah Amerika Serikat.

Dalam aksi tersebut, peserta membawa spanduk serta poster berisi kecaman. Aparat kepolisian bersama petugas gabungan melakukan pengamanan ketat guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif.

Massa juga menyoroti kabar dugaan penggunaan dana rakyat hingga Rp17 triliun untuk keanggotaan BOP.

Mereka menilai anggaran sebesar itu seharusnya dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak masyarakat.

Para demonstran menyinggung kondisi sosial di dalam negeri, termasuk kabar pelajar di wilayah Nusa Tenggara Timur yang diduga mengalami tekanan ekonomi hingga berujung bunuh diri karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah.

Sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan, sebagian peserta aksi menginjak bendera Israel dan Amerika Serikat.

Koordinator aksi, Hasan bin Mustafa Al Hadar, menyampaikan bahwa massa mendesak pemerintah segera keluar dari keanggotaan BOP jika informasi tersebut benar.

"Tentu kami meminta agar Presiden RI bisa keluar dari keanggotaan BOP,  karena kekhawatiran tertipu," tegasnya.

Setelah menyampaikan aspirasi, para peserta aksi membubarkan diri secara tertib tanpa insiden berarti.

Aksi berjalan relatif kondusif dengan pengawalan aparat keamanan di lokasi.



Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut