Suplier Susu UHT SPPG Bondowoso Rugi Rp75 Juta, Tertipu Jual Beli Online di Facebook
BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Nasib apes menimpa seorang pemasok susu UHT untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bondowoso.
Niat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat justru berujung petaka, setelah dirinya menjadi korban penipuan jual beli online melalui marketplace Facebook.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Korban diketahui bernama Murofik, warga Dusun Congkrong, Desa Taman, Kecamatan Grujugan.
Ia harus menelan kerugian sebesar Rp75 juta setelah tertipu pembelian susu UHT yang ternyata fiktif.
Peristiwa itu bermula ketika Murofik kesulitan mendapatkan pasokan susu UHT merek Ultra dan Indomilk ukuran 125 ml dan 115 ml.
Selama ini, ia biasa mengambil stok langsung dari gudang distributor di Jember.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, ketersediaan barang sering kosong, sehingga ia mencoba mencari alternatif melalui marketplace online di Facebook.
Di platform tersebut, Murofik menemukan sebuah akun yang menawarkan susu UHT dengan harga masih tergolong normal, yakni berkisar antara Rp103 ribu hingga Rp108 ribu per karton.
Harga tersebut tidak menimbulkan kecurigaan karena sesuai harga pasaran. Komunikasi pun berlanjut melalui aplikasi WhatsApp.
Pelaku mengaku mampu menyediakan hingga 1.000 karton susu dan menjanjikan pengiriman dalam waktu singkat.
Sebagai syarat administrasi, korban diminta mengirimkan alamat pengiriman serta foto KTP.
Pada hari yang dijanjikan, sebuah truk ekspedisi tiba di lokasi korban di Dusun Congkrong.
Sopir truk menyerahkan kwitansi pembelian dan memperkenalkan diri sebagai Abdul, sesuai nama yang tertera dalam nota transaksi.
Hal tersebut semakin meyakinkan korban bahwa transaksi berjalan normal.
Namun sebelum barang diturunkan, sopir meminta agar pembayaran diselesaikan terlebih dahulu.
Dari sambungan telepon, penjual kembali mendesak agar uang segera ditransfer. Merasa tidak ada kejanggalan, Murofik akhirnya mentransfer dana sebesar Rp75 juta dari total nilai transaksi Rp99 juta ke rekening yang tercantum dalam nota.
Betapa terkejutnya korban, setelah pintu bak truk dibuka, ternyata truk tersebut kosong melompong tanpa satu karton susu pun.
Saat itu pula, korban menyadari telah menjadi korban penipuan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti.
"Niat kami hanya ingin menyiapkan stok supaya dapur-dapur SPPG tidak kekurangan susu lagi,” ungkap Korban.
Susu yang dipesan rencananya akan didistribusikan ke sejumlah dapur SPPG di Bondowoso yang selama ini mengalami kekurangan pasokan.
Editor : Riski Amirul Ahmad