get app
inews
Aa Text
Read Next : Tim PKM-PI UNEJ Ciptakan Fermentor Terasi Pintar Berbasis Fotovoltaik

Dorong Ekonomi Sirkular BEM Fasilkom UNEJ Resmikan Program JAGATARA Lumajang

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:59 WIB
header img
Dorong Ekonomi Sirkular BEM Fasilkom UNEJ Resmikan Program JAGATARA Lumajang (Pict: Ist)

LUMAJANG, iNewsBondowoso.id — BEM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember resmi meluncurkan Program JAGATARA di Desa Rowokangkung, Lumajang. Inovasi berbasis Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan ini bertujuan mendorong ekonomi sirkular desa.

Program JAGATARA berfokus pada pemanfaatan limbah (zero-waste) dan hilirisasi tiga komoditas utama, yaitu gurami, jagung, dan kangkung. Kehadiran Sentra Wirausaha Hilirisasi turut didukung penguatan ekosistem digital bagi UMKM lokal.

Ketua Tim PPK Ormawa BEM Fasilkom UNEJ, Dimas Kurniawan Hariyanto, menjelaskan bahwa gagasan ini berawal dari dialog bersama warga. Pihaknya merancang ragam produk olahan agar komoditas desa memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Dari kelebihan yang ada di desa, kami melihat apa yang bisa dikelola dan dikembangkan,” ujar Dimas Kurniawan Hariyanto.

Ia menekankan pentingnya hilirisasi bagi pembudidaya. “Kami tidak ingin pembudidaya hanya menjual ikan mentah, kami mengajarkan olahan produk agar keuntungan masyarakat lebih besar,” jelasnya.

Produk yang dikembangkan mencakup susu jagung, mie kangkung, abon dan bakso gurami, hingga kemasan biofoam. Tim mahasiswa juga menyerahkan situs terpadu desa dan aplikasi pembukuan digital UMKM.

Dekan Fasilkom Universitas Jember, Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D., menegaskan dukungan penuh pihak kampus. Menurutnya, kegiatan ini wujud nyata mahasiswa membantu memecahkan persoalan masyarakat.

“Bagaimana organisasi kemahasiswaan memberikan manfaat dan peka terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Prof. Antonius Cahya Prihandoko.

Ia berharap platform digital desa dimanfaatkan secara optimal. “Website ini penting untuk mengenalkan produk dan potensi Desa Rowokangkung ke pasar luas,” tambahnya.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Lumajang, Bayu Ruswantoro, S.STP., mengapresiasi peningkatan nilai produk lokal ini. Ia mendorong dokumentasi program agar mudah direplikasi desa lain.

“Ini meningkatkan level potensi Rowokangkung menjadi produk bernilai tambah,” ujar Bayu Ruswantoro.

Ia menilai dokumentasi penting untuk penyebaran inovasi. “Kalau ada dokumentasinya, siapa pun bisa meniru, baik pemerintah desa maupun dinas terkait,” tegasnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harisma Wati, S.P., M.Ling., menilai JAGATARA sukses mengintegrasikan sistem pertanian dan perikanan sirkular. Pendekatan ini efektif memperkuat kapasitas usaha warga dari hulu ke hilir.

“Program ini memperkuat kapasitas UMKM melalui inovasi produk, standardisasi, branding, hingga pemasaran digital,” terang Yuli Harisma Wati.

Ia optimistis sinergi ini mampu membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri. “Program ini membangun ekosistem ekonomi desa yang produktif melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah, BUMDes, UMKM, dan kampus,” pungkasnya.

Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut