Petani Arjasa Atasi Krisis Buruh Panen dengan Mekanisasi
JEMBER, iNewsBondowoso.id - Keterbatasan tenaga kerja panen menjadi tantangan bagi petani di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Jember. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan, Tim PkM Polije memperkenalkan mekanisasi sebagai alternatif untuk mempercepat proses panen.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 13 Juli hingga 26 Agustus 2026. Tim PkM Polije diketuai Irma Wardati dengan anggota Iqbal Erdiansyah, Nisa Budi Arifiana, Ferril Muhammad Nur, dan Rizal Perlambang.
Tim memperkenalkan mesin panen padi portabel yang telah dimodifikasi agar lebih ergonomis dan mudah dirawat. Teknologi tersebut diharapkan membantu petani menghadapi keterbatasan buruh panen sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga.
"Teknologi mekanisasi ini kami kenalkan sebagai alternatif ketika ketersediaan tenaga kerja panen semakin terbatas. Petani juga kami bekali keterampilan agar mampu menggunakan dan merawat mesin secara mandiri," kata Irma Wardati, Kamis (24/09/2026).
Program PkM Polije ini melibatkan Kelompok Tani Padi Desa Arjasa yang diketuai Apriyanto sebagai mitra. Petani mendapatkan pembekalan mengenai mekanisasi pertanian, mulai dari pengoperasian hingga perawatan mesin panen.
Menurut Apriyanto, kehadiran mesin panen memberikan alternatif bagi petani ketika tenaga kerja sulit diperoleh saat musim panen.
"Mesin ini dapat membantu pekerjaan petani, terutama ketika sulit mendapatkan tenaga kerja panen. Kami berharap pemanfaatannya bisa terus dilakukan oleh kelompok tani," ujar Apriyanto.
Dalam pelaksanaannya, Tim PkM Polije menerapkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Pendekatan ini diarahkan agar teknologi dapat diterima dan digunakan secara mandiri oleh petani.
Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin, demo plot, pendampingan, serta evaluasi. Tahapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mekanisasi panen padi. Pemanfaatan mesin juga diarahkan untuk menghemat waktu dan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual.
"Keberlanjutan menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Kami berharap kelompok tani dapat terus memanfaatkan teknologi sehingga manfaatnya dapat dirasakan pada musim panen berikutnya," tutur Irma.
Melalui PkM Desa Binaan tersebut, Tim PkM Polije mendorong kelompok tani agar semakin mandiri dalam mengadopsi teknologi pertanian. Mekanisasi panen diharapkan turut mendukung peningkatan produktivitas dan pendapatan petani di Desa Arjasa.
Editor: Riski Amirul Ahmad