Pipa Raksasa Milik Perusahaan Membentang ke Tengah Laut Situbondo, Picu Kekhawatiran Limbah
SITUBONDO, INewsBondowoso.id - Keberadaan dua pipa milik perusahaan pengolahan rumput laut yang membentang di Perairan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Pipa yang membentang dari bibir pantai hingga ke tengah laut tersebut dikeluhkan para nelayan karena dianggap mengganggu aktivitas mereka saat melaut.
Dalam video yang beredar luas, terlihat dua pipa berukuran besar memanjang ke arah laut. Kondisi tersebut memicu beragam reaksi masyarakat, terutama dari kalangan nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan laut.
Eko, warga Situbondo, mengaku telah mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
Dari hasil pengecekan, ditemukan dua pipa dengan panjang sekitar 500 meter yang membentang dari kawasan pantai menuju perairan lepas.
Menurutnya, posisi pipa tersebut cukup mengganggu jalur pelayaran nelayan. Sebagian pipa tampak mengambang di permukaan air, sementara bagian ujungnya berada dalam posisi tenggelam.
Kondisi inilah yang membuat perahu nelayan tidak dapat melintas secara langsung di area tersebut.
“Benar, pipanya memang ada dua, panjangnya sekitar 500 meter dari bibir pantai ke arah laut. Sebagian mengambang dan bagian ujungnya tenggelam,” ujarnya.
Banyak warga mempertanyakan izin pemasangan serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat pesisir yang selama ini memanfaatkan kawasan tersebut sebagai jalur keluar masuk perahu.
Hingga kini, keberadaan pipa tersebut masih menjadi perhatian masyarakat dan nelayan setempat.
Dugaan adanya pembuangan limbah berpotensi mengganggu kualitas air laut, merusak habitat ikan, hingga berdampak pada keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.
Hingga kini, sumber pasti pipa tersebut belum diketahui pasti dan masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang
Masyarakat berharap ada penjelasan dari pihak perusahaan maupun instansi terkait agar aktivitas melaut dapat kembali berjalan aman dan lancar tanpa hambatan di perairan Banyuglugur.
Editor : Riski Amirul Ahmad