BONDOWOSO, iNewsBondowoso.id – Tumpukan kotoran sapi di belakang rumah warga Desa Bukor, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, tak lagi dibiarkan membusuk dan menyebarkan bau. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (UNEJ), limbah peternakan itu disulap menjadi penyubur tanah yang bernilai ekonomi.
Lewat lokakarya pengolahan limbah yang digelar pada Rabu (5/8/2026), para mahasiswa membagikan resep praktis pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi. Langkah ini menjadi angin segar bagi warga setempat yang selama ini dipusingkan oleh tingginya harga pupuk kimia.
"Potensi limbah kotoran ternak di Desa Bukor sangat melimpah. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan solusi praktis agar peternak bisa mandiri membuat pupuk sendiri dan menekan biaya produksi pertanian," ujar Koordinator Desa KKN UNEJ, Tegar AW.
Kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan peternak lokal ini dihadiri jajaran muspika setempat, mulai dari Camat Wringin, Kepala Desa Bukor, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga Bhabinkamtibmas. Tanpa seremoni berbelit-belit, usai pembukaan singkat, para mahasiswa langsung mengajak puluhan warga membedah teknis pengolahan limbah dari nol.
Di hadapan peserta, mahasiswa KKN UNEJ tak sekadar mengobral teori. Mereka meringsut ke meja peragaan, mencampur kotoran sapi dengan cairan starter fermentasi, lalu mengaduknya hingga rata sebelum ditutup rapat untuk proses pematangan.
Antusiasme warga terpantik saat melihat langsung proses racikan tersebut. Para peternak sibuk mengajukan pertanyaan, mulai dari takaran bahan pengurai, durasi pemeraman, hingga teknik meredam aroma menyengat.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wringin, Deky, menilai inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan lahan pertanian warga saat ini. Sebab kandungan hara mikro dalam pupuk organik hasil fermentasi kotoran sapi itu dinilai sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah Bukor yang mulai jenuh akibat pupuk kimia.
"Jika konsisten diterapkan, hasil panen warga bisa jauh lebih optimal," jelasnya di sela-sela diskusi.
Kegiatan ditutup dengan pembagian sampel pupuk organik siap pakai yang didukung Pemerintah Desa Bukor, lengkap dengan modul panduan praktis. Lewat selembar panduan itu, warga diharapkan tak lagi menggantungkan nasib pada pupuk pabrikan, melainkan mandiri mengolah racikan hijau dari kandang mereka sendiri.
Editor : Riski Amirul Ahmad
