Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ranperda LP2B Bondowoso Disorot, Demokrat-PKS Minta Kepastian Lahan, Anggaran dan Hak Petani
Advertisement . Scroll to see content

Lindungi Kebun Kopi dari Kebakaran Hutan, Petani di Sumberwringin Meninggal Tertimpa Pohon

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:07 WIB
  • author Oky
Lindungi Kebun Kopi dari Kebakaran Hutan, Petani di Sumberwringin Meninggal Tertimpa Pohon
Camat Sumber Wringin Probo Nugroho Saat Mendatangi Rumah Korban. Foto : Ist

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Seorang petani bernama Sam (55)  meninggal dunia akibat tertimpa pohon lapuk saat membuat ilaran untuk mencegah api meluas di lahan perkebunan.

Korban merupakan warga Dusun Tol-tol Timur, Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin.

Korban tertimpa pohon kering saat sedang berupaya membuat ilaran  untuk melindungi lahan kopinya dari kebakaran hutan.

Kejadian ini terjadi di kawasan Kebun Kopi Omberen Petak 82B RPH Pakisan BKPH Wonosari, wilayah administrasi Desa Rejoagung.


Kronologi kejadian  saat korban diketahui sudah berangkat menuju kebun kopi miliknya sejak Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB mengendarai sepeda motor.

2 orang saksi yakni Horiyanto (30) dan Astutik (51) menyusul ke lokasi untuk membantu korban.

Saat itu, hembusan angin di area kebun bertiup sangat kencang. Korban tengah memangkas dan membuat sekat api tepat di bawah pohon Selasihan yang kondisinya sudah mengering akibat kebakaran hutan sebulan sebelumnya.

Tiba-tiba, saksi mendengar suara gemeretak batang patah. Pohon tua dan lapuk tersebut roboh diterjang angin kencang.

"Pohon Selasihan yang sudah mati dan kering itu roboh mendadak karena diterjang angin kencang. Ranting dan batang pohon langsung menimpa bagian kepala korban hingga korban jatuh tertelungkup," ungkap Probo Nugroho, Camat Sumber Wringin.

Saksi yang histeris langsung berteriak meminta pertolongan warga lain di sekitar lokasi.

Karena medan hutan yang terjal dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat, proses evakuasi dilakukan secara manual.

Korban dievakuasi dengan cara dibonceng di posisi tengah serta dipeluk erat oleh warga sepanjang perjalanan menuju rumah duka sebelum akhirnya dimakamkan oleh pihak keluarga.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan prosedur otopsi.

Jenazah langsung dimakamkan malam itu juga di tempat pemakaman umum yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka.

Atas kejadian ini, Probo Nugroho mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga yang sering beraktivitas di sekitar area perkebunan dan hutan, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Editor: Riski Amirul Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut