get app
inews
Aa Text
Read Next : KAI Daop 9 Jember Siapkan 35 Ribu Tempat Duduk Hadapi Libur Kemerdekaan

Kesenian Jhibut Desa Arjasa Tembus Ranah Digital Lewat J-DANCE

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:29 WIB
header img
Kesenian Jhibut, di Desa Arjasa Kabupaten Jember (Pict: Ist)

JEMBER, iNewsBondowoso.id – Pelestarian identitas budaya di Desa Wisata Adat Arjasa kini memasuki babak baru lewat sentuhan teknologi digital. Langkah inovatif ini terwujud melalui peluncuran program J-DANCE (Jhibut Digital Arts and Cultural Ecosystem) oleh Politeknik Negeri Jember (Polije).

Program berbasis pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara. Agenda nasional tersebut didanai penuh oleh Kemendiktisaintek untuk memperkuat eksistensi kesenian tradisional daerah.

Inovasi ini digagas oleh tim ahli Polije yang diketuai Prof. Dr. Ir. Bagus Putu Yudhia Kurniawan, M.P., dan anggota Mushthofa Kamal, S.Par., M.Par., Khafidurrohman Agustianto, S.Pd., M.Eng., serta Dr. Purnamie Titisari, S.E., M.Si., QIA., CR.

Pengembangan program membagi tugas secara terstruktur sesuai keahlian masing-masing. Mushthofa Kamal berfokus pada edukasi budaya, sedangkan Khafidurrohman Agustianto merancang ekosistem teknologi digital J-DANCE.

Sementara itu, Dr. Purnamie Titisari mengawal penguatan kapasitas organisasi mitra dan keberlanjutan program. Pembagian peran ini bertujuan memastikan program berjalan efektif di tengah masyarakat.

Melalui J-DANCE, kesenian tradisional Jhibut didokumentasikan serta dikenalkan secara luas lewat media digital. Langkah ini menjadi strategi penting untuk menjawab tantangan regenerasi pelaku seni di era modern.

"Pemanfaatan teknologi digital menjadi strategi utama kami untuk mendekatkan generasi muda dengan kesenian tradisional," ujar Ketua Pelaksana, Prof. Bagus Putu Yudhia Kurniawan, Senin (10/8/2026).

Ia menegaskan bahwa J-DANCE hadir bukan untuk menggantikan seni Jhibut, melainkan memperkuat dokumentasi, edukasi, dan promosinya.

Selain itu, Kepala P3M Polije, Dr. Ir. Hariadi Subagja, S.Pt., M.P., IPM., turut menyampaikan dukungan penuhnya. Ia menilai diseminasi teknologi ini sangat sejalan dengan visi pengabdian kampus. Ia berharap implementasi J-DANCE dapat berkembang hingga tingkat Kabupaten Jember.

"Inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen Polije dalam menjalankan amanat Direktur Saiful Anwar agar karya kampus memberi manfaat luas," tutur Hariadi Subagja.

Kepala Desa Arjasa, Wasi'ah, menyambut baik peluncuran program digitalisasi seni tersebut. Ia meyakini bahwa teknologi dapat menarik minat generasi muda untuk mengenal kembali akar budaya mereka.

"Inovasi ini sangat membantu memperkuat identitas budaya lokal Desa Arjasa," kata Wasi'ah. Koordinasi lapangan program ini dikawal langsung oleh Sugianto selaku perwakilan pemerintah desa.

Selain menjaga kelestarian tradisi, digitalisasi seni Jhibut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif warga. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pelestarian seni tradisional yang inovatif dan berkelanjutan.

Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut