get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Miliar Rupiah Dana Segar Siap Dorong Pelaku Usaha Mikro Naik Kelas

Balai POM dan Satgas MBG Kolaborasi Bentuk Kader Keamanan Pangan Sekolah di Jember

Kamis, 23 Juli 2026 | 11:09 WIB
header img
Balai POM dan Satgas MBG Kolaborasi Bentuk Kader Keamanan Pangan Sekolah di Jember (Pict: Ist)

JEMBER, iNewsBondowoso.id - Balai POM menginisiasi pembentukan kader keamanan pangan di sejumlah titik sasaran di Kabupaten Jember. Program rintisan ini menyasar delapan sekolah dan 12 posyandu untuk dijadikan percontohan pengawasan mandiri dalam mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis.

"Balai POM akan membentuk kader keamanan pangan di delapan sekolah dan 12 posyandu sebagai percontohan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," terang perwakilan Balai POM, Benny Hendrawan Prabowo.

Para kader terlatih tersebut nantinya disiagakan di unit sekolah masing-masing untuk mengedukasi seluruh warga sekolah. Skema ini mendorong transparansi dan ketelitian bersama dalam memeriksa kondisi fisik serta standar kelayakan makanan sebelum dibagikan kepada anak-anak.

"Setiap sekolah akan memiliki dua kader yang bertugas mengedukasi warga sekolah agar mampu menilai kelayakan makanan sebelum dikonsumsi sehingga potensi risiko dapat dicegah sejak awal," jelas Benny Hendrawan Prabowo.

Langkah preventif yang digagas Balai POM ini mendapat dukungan penuh dari Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Kabupaten Jember. Penguatan sistem pengawasan di hulu hingga tingkat sekolah dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah munculnya potensi bahaya keracunan pangan.

"Pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah perlu diperkuat mengingat masih adanya kasus keracunan di sejumlah daerah," tegas Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi.

Pihak Satgas mengapresiasi kolaborasi erat ini karena kehadiran sistem peringatan dini sangat efektif meminimalkan dampak masalah dari rantai pasok. Sinergi ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan gizi yang diterima para siswa.

"Badan POM berperan penting melalui sistem peringatan dini dan advokasi kepada penerima manfaat agar risiko dampak dari permasalahan di hulu dapat diminimalkan," tambah Achmad Imam Fauzi.

Efektivitas intervensi ini akan dievaluasi secara terukur selama dua hingga tiga bulan melalui pengujian pengetahuan peserta. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian seluruh warga sekolah terhadap pentingnya kelayakan dan keamanan hidangan gizi harian.

 

 

Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut