Musim Kemarau Panjang Picu Ratusan Monyet Kelaparan Turun Gunung, Relawan Beri Makan di Arak-Arak
BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Memasuki musim kemarau panjang, sejumlah monyet liar turun gunung untuk mencari makan. Mengatasi hal tersebut Puluhan relawan memberi makan kawanan monyet liar di kawasan Pegunungan Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Bondowoso.
Segerombolan hewan mamalia tersebut mencari makan karena tak ada lagi makanan sejak musim kemarau panjang beberapa bulan terakhir.
Beragam cara dilakukan untuk menjaga kelestarian satwa liar. Seperti yang dilakukan puluhan anggota relawan Lingkar Pemberdayaan dan Pengembangan Sosial Masyarakat (LP2SM) Kabupaten Bondowoso.
Para relawan ini menggelar aksi sosial memberi makan kawanan monyet liar di kawasan Pegunungan Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Bondowoso.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut berlangsung penuh kebersamaan. Tidak hanya diikuti para anggota LP2SM, tetapi juga melibatkan ibu-ibu, anak-anak hingga orang dewasa yang ikut berpartisipasi membawa berbagai jenis makanan untuk satwa liar.
Beragam buah dan umbi-umbian dibagikan kepada kawanan monyet, di antaranya pisang, ubi, pepaya, melon, serta aneka makanan alami lainnya yang menjadi sumber pakan bagi satwa penghuni kawasan hutan tersebut.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pakan satwa, terutama saat persediaan makanan di habitat alami mulai berkurang," ungkap Veni, Sekretaris LP2SM.
Selain sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, agar mencintai satwa liar dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Para peserta diajak untuk memberi makan tanpa mengganggu habitat maupun perilaku alami kawanan monyet.
Suasana penuh keakraban terlihat saat ratusan monyet turun dari pepohonan dan mendekati lokasi pembagian makanan. Para peserta tetap menjaga jarak aman demi keselamatan bersama.
Diharapkan kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan keberadaan satwa liar di habitatnya.
Editor: Riski Amirul Ahmad