Inovasi Ekonomi Sirkular: Sampah Diolah Jadi Produk Bernilai dan Berdaya Guna
PASURUAN, iNewsBondowoso.id - Bisnis pengolahan sampah kini berkembang menjadi sektor usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dampak lingkungan yang penting. Melalui daur ulang dan pemanfaatan teknologi, sampah tidak lagi dianggap limbah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah seperti bahan baku industri, produk ramah lingkungan, hingga energi alternatif. Pendekatan ini mendorong penerapan ekonomi sirkular, di mana limbah kembali masuk ke siklus produksi dan memberi manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
Kondisi tersebut tercermin dalam kiprah Ismawati Hasanah, lulusan Program Studi Teknologi Industri Pangan, Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember angkatan 2014, yang mengembangkan CV Adis Barokah Jaya sebagai usaha pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus berdampak sosial.
Berawal dari kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar, Ismawati membangun usaha yang kini mencakup jasa pemusnahan sampah, pengolahan plastik menjadi pelet industri, produksi air minum bermerek Kahuripan, hingga pemanfaatan abu pembakaran sampah sebagai bahan baku paving block dan patako ramah lingkungan.
"Saya membangun usaha ini berawal dari persoalan sampah di masyarakat. Berkat dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan para mitra, usaha ini terus berkembang," ujar Ismawati.
Ia menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Teknologi yang digunakan juga telah memenuhi standar keamanan lingkungan, meski tantangan terbesar masih berasal dari stigma masyarakat terhadap fasilitas pengolahan sampah.
Selain menjalankan usaha, Ismawati turut memberdayakan UMKM di Kabupaten Pasuruan melalui penyediaan ruang promosi produk, termasuk di kawasan wisata Taman Ria Suropati. Sebagian keuntungan perusahaan juga dialokasikan untuk mendukung Yayasan At-Taufiq di Surabaya yang menyediakan pendidikan agama gratis bagi para santri dan penghafal Al-Qur’an.
"Jangan takut berwirausaha. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Dengan kerja keras, doa orang tua, dan ridho guru, kita bisa memberi manfaat bagi banyak orang," tuturnya.
Kisah Ismawati Hasanah menunjukkan bahwa inovasi di sektor pengolahan sampah tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan sosial berkelanjutan.
Editor : Riski Amirul Ahmad