get app
inews
Aa Text
Read Next : Belajar Grammar Kini Lebih Menyenangkan melalui Interactive Learning

Kolaborasi Perguruan Tinggi, Rumah Sakit dan Pesantren, Kelola Sampah Organik Rumah Sakit

Rabu, 29 Juli 2026 | 15:01 WIB
header img
Audiensi Tim SDGs Polije dengan PT Rolas Nusantara Medika dan Pondok Pesantren (Pict: Ist)

JEMBER, iNewsBondowoso.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkuat sinergi dengan PT Rolas Nusantara Medika untuk mengembangkan pengelolaan sampah organik rumah sakit yang lebih berkelanjutan. Program tersebut juga melibatkan pondok pesantren sebagai mitra dalam penerapan ekonomi sirkular berbasis budidaya maggot.

Kolaborasi ini lahir setelah PT Rolas menyampaikan kebutuhan penanganan sampah organik dari dua rumah sakit miliknya. Setiap hari, volume sampah organik mencapai sekitar 400 kilogram sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih efektif.

Ketua Tim SDGs Polije, Wendy Triadji Nugroho, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan Polije akan berperan sebagai pendamping teknologi selama program berjalan.

"Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi contoh pemanfaatan inovasi kampus untuk menjawab kebutuhan mitra," ujar Wendy.

Polije akan memberikan pelatihan penggunaan mesin pencacah, teknik budidaya maggot, serta pengelolaan sampah organik. Selain itu, tim juga akan mendampingi proses implementasi hingga program berjalan secara mandiri.

"Sinergi ini mempertemukan dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," tambah Wendy.

Direktur PT Rolas Nusantara Medika, dr. Syamsul Bahri, MPH., MKK., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah strategis bagi pengelolaan limbah rumah sakit.

"Kami melihat Polije memiliki kompetensi yang mampu mendukung pengelolaan sampah organik secara lebih optimal. Pendampingan ini sangat kami butuhkan untuk mewujudkan sistem yang berkelanjutan," katanya.

Dalam skema yang disiapkan, rumah sakit akan memilah dan mencacah sampah organik sebelum mengirimkannya ke lokasi budidaya maggot. Pondok pesantren akan mengelola budidaya tersebut sekaligus memanfaatkan hasilnya sebagai pakan ternak dan ikan.

"Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah rumah sakit. Kami juga berharap program ini mampu memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan hasil budidaya maggot," jelas dr. Syamsul Bahri.

Ketiga pihak menargetkan penandatanganan nota kesepahaman pada awal Agustus 2026. Melalui kolaborasi tersebut, Polije, PT Rolas Nusantara Medika, dan pondok pesantren berharap dapat menghadirkan model pengelolaan sampah organik yang inovatif, ramah lingkungan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut