Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Ramadhan, Warga Gelar Tradisi Budaya Topeng Kona dan Tandek Binik
Advertisement . Scroll to see content

Ngideri, Tradisi Berusia 500 Tahun yang Masih Lestari di Bondowoso

Selasa, 14 April 2026 | 18:16 WIB
  • author Oky
Ngideri, Tradisi Berusia  500 Tahun  yang Masih Lestari di Bondowoso
Tradisi Ngideri Masyarakat Cermee Bondowoso. Foto : Ist

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Di sejumlah daerah masih banyak ditemukan tradisi yang dirawat dan dijaga oleh masyarakatnya.

Di Kabupaten Bondowoso, ada sebuah tradisi yang telah berlangsung selama lebih dari lima abad.

Tradisi ini yaitu Ngideri. Ritual ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi Selametan Gugur Gunung di Desa Rambankulon, Kecamatan Cermee.

Ngideri telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI). Ritual Ngideri diawali dengan upacara doa bersama di makam Raden Imam Asy'ari, tokoh penyebar ajaran Islam di wilayah tersebut.

Pada malam harinya, 11 pria warga lokal akan berkeliling desa tanpa alas kaki sambil membawa alat musik khusus.

Rute perjalanan dimulai dari makam Raden Imam Asy'ari di Desa Ramban Kulon, menuju Ramban Wetan, Suling Kulon, dan kembali lagi ke titik awal.

​"Rombongan berjumlah 11 orang; 10 pria bertugas memegang alat musik seperti klonengan, tong-tong kecil, dan talam (nampan), sementara satu orang lainnya adalah juru kunci," ungkap  Heri Kusdaryanto, Plt. Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso.

​Uniknya, meski berjalan kaki tanpa alas sejak pukul 20.00 hingga 01.00 WIB, telapak kaki para peserta tidak ada yang terluka.

Menurut penuturan warga, rute saat ini sebenarnya lebih pendek dibanding masa lampau.

Pada era Majapahit, para peserta konon harus berkeliling hingga ke kawasan Surabasah hingga Panarukan, Situbondo.

​Peserta Ngideri pun tidak sembarangan; mereka adalah keturunan dari 11 orang asli secara turun-temurun.

Jika salah satu anggota sudah sepuh, perannya akan digantikan oleh keturunannya.

​Sebagai informasi, pada Januari 2026, tradisi Selametan Gugur Gunung resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI) bersama dua kekayaan budaya Bondowoso lainnya, yaitu Tari Topeng Kona dan Tape Bondowoso.

Editor: Riski Amirul Ahmad

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut