Jelang Ramadhan, Warga Gelar Tradisi Budaya Topeng Kona dan Tandek Binik
BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, berbagai tradisi budaya kembali digelar oleh masyarakat di sejumlah daerah, termasuk di Bondowoso.
Tradisi ini menjadi bagian penting dalam mempererat kebersamaan sekaligus sebagai wujud rasa syukur masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.
Salah satunya dilakukan oleh masyarakat Desa Blimbing yang setiap tahunnya menggelar tradisi kesenian Topeng Kona dan Tandek Binik.
Kegiatan ini dipercaya membawa keberkahan, khususnya menjelang bulan Ramadan, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.
Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan kesenian tersebut. Pada pertunjukan Topeng Kona, para penari tampil menggunakan topeng berwarna putih dan kuning, serta mengenakan busana dominan merah yang melambangkan keberanian.
Dengan iringan musik tradisional gamelan, para penari meliuk mengikuti irama, menampilkan tarian dramatik tunggal yang memiliki sembilan gerakan utama.
Tari Topeng Kona tidak hanya menonjolkan keindahan gerakan, tetapi juga mengandung konsep estetika yang berakar pada kearifan lokal masyarakat.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi kerukunan, persatuan, keberagaman, keseimbangan, serta keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain Topeng Kona, masyarakat juga menampilkan tarian Tandek Binik. Tarian ini diperankan oleh laki-laki yang berdandan menyerupai sinden Jawa dan menari dengan gerakan lemah gemulai.
Kostum yang dikenakan berupa pakaian tradisional perempuan Madura, seperti jarit, baju, serta kerudung.
"Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan warga sekaligus doa bersama agar masyarakat diberikan keselamatan dan keberkahan menjelang Ramadan," ungkap Donni, Tokoh Masyarakat Setempat.
Melalui tradisi kesenian ini, masyarakat tidak hanya menyambut Ramadan dengan suka cita, tetapi juga memperkuat jati diri budaya serta menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Editor : Riski Amirul Ahmad