Tragedi Anak SD di Ngada NTT, Kecewa Tak Dibelikan Buku, Bocah 10 Tahun Akhiri Hidupnya
Informasi dari penyelidikan awal menunjukkan bahwa YBS sempat meminta kepada ibunya untuk dibelikan buku tulis dan pena, kebutuhan sederhana untuk sekolah yang harganya kurang dari Rp10.000.
Permintaan ini tidak dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas.
YBS sehari-hari tinggal bersama neneknya yang telah lanjut usia, sementara orang tua kandungnya berpisah dan kondisi ekonomi keluarganya tergolong sulit.
Meski dikenal sebagai anak yang sopan, pendiam, baik, dan rajin belajar oleh tetangga sekitar, tragedi ini menunjukkan tekanan berat yang dialami oleh korban di usia yang masih sangat muda.
Kejadian tragis ini mendapat perhatian dari berbagai pihak salah satunya Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
"Tentu kami menyatakan keprihatinan mendalam dan memastikan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk upaya memperkuat sistem perlindungan sosial bagi keluarga kurang mampu," ungkapnya.
Kasus ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan nasional, menyoroti perlunya pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan seperti buku dan alat tulis bagi anak dari keluarga tidak mampu.
Editor : Riski Amirul Ahmad