get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala Sekolah SD Negeri di Situbondo Dibacok Hingga Alami Luka Parah

Tragedi Anak SD di Ngada NTT, Kecewa Tak Dibelikan Buku, Bocah 10 Tahun Akhiri Hidupnya

Rabu, 04 Februari 2026 | 16:10 WIB
header img
Sepucuk Surat wasiat tulisan tangan yang ditinggalkan korban. Foto : Ist

Disclaimer : Artikel ini tentang kasus bunuh diri, tidak dimaksudkan untuk mendorong tindakan serupa. Jika Anda mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, psikolog atau psikiater.

NGADA , INewsBondowoso.id - Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kabupaten Ngada setelah seorang siswa Sekolah Dasar berusia 10 tahun ditemukan mengakhiri hidupnya sendiri pada Kamis lalu.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, dan menjadi sorotan publik di tingkat nasional.

Korban yang berinisial YBS, murid kelas IV SD, ditemukan dalam keadaan tergantung di sebuah pohon cengkeh tak jauh dari pondok tempat ia tinggal bersama neneknya.

Jasadnya kemudian dievakuasi petugas setelah laporan warga setempat. Di lokasi kejadian, polisi menemukan sepucuk surat wasiat mengiris hati tulisan tangan yang ditinggalkan korban.

Surat itu ditujukan kepada ibunya dan berisi perpisahan yang penuh kesedihan. Pesan terakhir tersebut semakin mengundang empati banyak pihak karena menggambarkan rasa putus asa seorang anak kecil.

Informasi dari penyelidikan awal menunjukkan bahwa YBS sempat meminta kepada ibunya untuk dibelikan buku tulis dan pena, kebutuhan sederhana untuk sekolah yang harganya kurang dari Rp10.000.

Permintaan ini tidak dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas.

YBS sehari-hari tinggal bersama neneknya yang telah lanjut usia, sementara orang tua kandungnya berpisah dan kondisi ekonomi keluarganya tergolong sulit.

Meski dikenal sebagai anak yang sopan, pendiam, baik, dan rajin belajar oleh tetangga sekitar, tragedi ini menunjukkan tekanan berat yang dialami oleh korban di usia yang masih sangat muda.

Kejadian tragis ini  mendapat perhatian dari berbagai pihak salah satunya Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

"Tentu kami menyatakan keprihatinan mendalam dan memastikan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk upaya memperkuat sistem perlindungan sosial bagi keluarga kurang mampu," ungkapnya.

Kasus ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan nasional, menyoroti perlunya pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan seperti buku dan alat tulis bagi anak dari keluarga tidak mampu. 

Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut