Bibien, Tradisi Unik Warga Lereng Gunung Raung di Akhir Ramadan
BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Tradisi unik dilakukan sejumlah masyarakat di lereng Gunung Raung, Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Mereka menggelar tradisi bernama Bibien atau dalam bahasa Madura disebut malam lekoran.
Tradisi turun-temurun ini dilakukan dengan membagikan nasi berisi lauk pauk berupa urap sayur kelapa, sambal, tempe, tahu, serta ikan teri kecil yang dibungkus daun.
Guna melestarikan dan memperkenalkannya kepada generasi muda, tradisi tersebut kini dikemas dalam bentuk Festival Bibien.
Tradisi diawali dengan warga yang mengumpulkan hasil bumi, seperti sayur, beras, kelapa, daun pisang, dan daun jati. Sebagian warga lainnya menyumbangkan tahu, tempe, serta kebutuhan memasak lainnya yang dibeli dari pasar.
Setelah masakan matang, warga bergotong royong membungkus nasi menggunakan daun jati dan daun pisang.
Sebelum dibagikan ke rumah-rumah, dilakukan doa bersama yang mereka sebut Khososan Rem Kerem (bahasa Madura yang berarti doa khusus untuk leluhur).
"Setelah itu baru dibagikan, sekalian dengan pembagian zakat fitrah yang bungkusnya tak pakai plastik juga," ungkap pemilik Komunitas Rumah Lajer Pote di Desa Sulek, Ahmad Taufik.
Masyarakat setempat meyakini bahwa tanggal ganjil di akhir Ramadan mendekati malam Lailatul Qadar.
Salah satu cara untuk menyambut malam mulia tersebut adalah dengan bersedekah yaitu dengan berbagi Bibien. Lebih dari sekadar tradisi, Bibien masa kini juga sarat akan edukasi tentang pentingnya berbagi serta kampanye pelestarian lingkungan.
Penggunaan bungkus daun dan penyajian makanan alami (real food) tanpa makanan instan (junk food) menjadi upaya nyata untuk mengurangi sampah plastik.
Editor : Riski Amirul Ahmad