get app
inews
Aa Text
Read Next : Bule Skotlandia Tertarik Belajar Membatik di Bondowoso, Intip Keseruannya

Merajut Kemandirian dan Kreativitas Penyandang Disabilitas Membuat Odeng Batik Khas Bondowoso

Sabtu, 25 Januari 2025 | 12:37 WIB
header img
Para Penyandang Disabilitas Saat mengikuti Pelatihan Pembuatan Odeng Batik Khas Bondowoso (Foto : Ist)

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Beragam kreativitas bisa dilakukan oleh siapapun. Di Bondowoso sejumlah penyandang disabilitas mengikuti kegiatan membatik dan membuat odeng.

Ajang kreativitas ini digelar Sanggar batik Tegar milik Halifah (46) yang berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel.  Rumah kreatif tersebut  telah lama melaksanakan pelatihan membatik secara gratis bagi penyandang disabilitas.

Untuk pembuatan batik mereka diajari dengan cara printing dan mencanting motif batik Sanggar Tegar.

Dalam mengajari semua keterampilan ini memang tak mudah. Karena keterbatasan para peserta. Namun Ifah bersyukur para peserta ini semangat dan selalu aktif mengikuti arahan darinya.

" Alhamdulillah semangat mereka luar biasa, bahkan melebihi manusia normal lainnya," ucap Ifah.

Inisiatif pelatihan secara mandiri bertujuan agar para penyandang disabilitas memiliki keterampilan yang bisa dilakukan di rumah.

Kebanyakan para penyandang disabilitas yang sudah terampil membuat batik dan odeng ini dipekerjakan olehnya. Yakni, setiap pesanan batik atau pun odeng akan langsung dilempar untuk dikerjakan oleh penyandang disabilitas di rumahnya.

"Kemarin ada 16 orang belajar mencanting, yang bisa dipekerjakan ada 7. Selebihnya kita cari cara lagi, yakni diajari buat Odeng," tuturnya.

Hasil karya penyandang disabilitas ini, kata Ifah sudah ada yang dipesan oleh beberapa instansi di Bondowoso. Pihaknya berharap produk-produk penyandang disabilitas bisa tembus luar kota.

Harga Odeng buatan penyandang disabilitas ini beragam. Ada yang Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu.

Fathorozi, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bondowoso, mengatakan, pertama kalinya penyandang disabilitas bisa membuat odeng ini.

Kendati dirinya yang merupakan penyandang tuna daksa itu, mengakui kesulita  belajar seperti merangkai kain, dan menjahit. Namun, karena ada instrukturnya jadi lebih mudah.

"Kesulitan memang ada bagi teman-teman, untuk merangkai. Tapi ada instrukturnya," pungkasnya.

Selain  itu, Halifah sering  patungan bersama pendamping penyandang disabilitas bernama Meri, untuk membeli segala bahan-bahan. Mulai dari kain, kompor dan gas untuk mencanting, lem untuk pembuatan odeng dan lainnya.

Sementara beberapa peralatan menjahit, Ifah telah memilikinya sendiri. Adapun untuk kain biasanya Ifah membeli kain perca dari penjahit di sekitar.

Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut