get app
inews
Aa Text
Read Next : Angin Kencang Disertai Hujan, Dapur Rumah di Patokan Situbondo Roboh

Puluhan Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Bondowoso Disuspend, Ini Penyebabnya

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:50 WIB
header img
Foto : @Instagram Badan Gizi Nasional RI

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso mengalami gangguan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi menghentikan sementara aktivitas (Suspend) kepada sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kebijakan ini diambil karena beberapa dapur dinilai belum memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, mengungkapkan bahwa pada awalnya terdapat puluhan dapur SPPG yang mendapat status suspend pada 10 Maret 2026.

Namun setelah dilakukan evaluasi dan perbaikan oleh pengelola, jumlah dapur yang masih berstatus suspend kini tersisa 10 dapur.

Menurut Mila, status suspend atau surat peringatan (SP) 1 diberikan karena dapur-dapur tersebut belum melengkapi sejumlah persyaratan penting yang diwajibkan oleh BGN.

Beberapa standar yang harus dipenuhi di antaranya sertifikat laik higienitas sanitasi (SLHS), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta fasilitas mess bagi kepala dapur dan seluruh staf SPPG.

Dengan diberlakukannya suspend tersebut, dapur SPPG yang terkena sanksi tidak diperbolehkan beroperasi sementara waktu hingga seluruh persyaratan yang diminta terpenuhi.

Setelah standar dipenuhi, pengelola dapur dapat mengajukan permohonan pencabutan suspend kepada BGN.

“Sampai mereka selesai,” ujarnya.

Dampak dari kebijakan ini membuat dapur SPPG yang disuspend tidak lagi membagikan makanan bergizi gratis kepada para siswa hingga status suspend dicabut.

Namun, bagi dapur yang sebelumnya telah melakukan pemesanan bahan pangan, masih diperbolehkan menyalurkan MBG hingga persediaan terakhir, yang diperkirakan berlangsung sampai minggu ini.

Terkait nasib para relawan yang terlibat dalam operasional dapur, Mila menjelaskan bahwa telah ada mekanisme tersendiri, terutama bagi relawan yang berasal dari yayasan pengelola.


Meski demikian, situasi saat ini dinilai masih relatif aman karena aktivitas sekolah sedang libur Lebaran, sehingga proses perbaikan dapur dapat dilakukan tanpa terlalu mengganggu distribusi makanan kepada siswa.

“Kalau untuk relawan sendiri ada mekanismenya sendiri. Tapi kebetulan saat ini juga masih libur Lebaran,” ujarnya.


Mila menegaskan, sebagian besar dapur sebenarnya sudah memiliki fasilitas pengolahan limbah.

Namun dalam beberapa kasus, kapasitas atau sistem pengolahannya dinilai belum memadai, sehingga berpotensi mencemari lingkungan jika tidak diperbaiki.


Menurutnya, langkah suspend ini justru menjadi bagian dari upaya memastikan program MBG berjalan dengan standar kebersihan dan keamanan yang baik.


“Semoga SPPG-nya berjalan baik perbaikannya. Sehingga masuk awal sekolah pasca Lebaran nanti para penerima manfaat bisa kembali mendapatkan MBG,” pungkasnya.



Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut