Siswi SMP Diduga Jadi Korban Bullying Pelajar SMK, Korban Diduga Ditendang hingga Ditampar

Oky
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu. Bobby Dwi Siswanto, dan Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily Saat Memberikan Keterangan Pada Sejumlah Awak Media Terkait Kasus Perundungan. Foto : Ist

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id – Masyarakat Kabupaten Bondowoso dihebohkan dengan kasus dugaan perundungan atau bullying kepada seorang remaja dibawah umur.

Dalam video yang beredar seorang remaja perempuan mendapatkan kekerasan dari pelajar lainnya hingga menangis.

Aparat Kepolisian dari Polres Bondowoso bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso  melakukan mediasi antara pihak korban dan pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Meski keluarga korban tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke polisi, mereka meminta agar dilakukan mediasi sebagai upaya penyelesaian sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

"Kami dari Polres Bondowoso bersama Dinsos melaksanakan mediasi atas permintaan keluarga korban," ujar Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto.

Menurut Bobby, proses mediasi berlangsung di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bondowoso.

Lokasi tersebut dipilih karena pihak yang terlibat dalam kasus ini masih berusia di bawah umur.


Dalam proses tersebut, Dinsos P3AKB Bondowoso turut memberikan pendampingan. Sebelumnya, petugas juga melakukan asesmen awal dengan mendatangi rumah korban untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pendampingan.

Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily  mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi korban di rumah.

"Kami mendatangi rumah korban untuk assesment dan menentukan langkah selanjutnya," tegasnya.

Ia memastikan Dinsos P3AKB siap memfasilitasi pendampingan lebih lanjut, termasuk bantuan psikolog apabila nantinya korban membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi psikologisnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah rekaman video dugaan perundungan beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak seorang pelajar perempuan mengenakan pakaian berwarna hitam dalam kondisi menangis.

Korban terlihat seorang diri sebelum didatangi sejumlah pelajar perempuan lainnya.


Dalam rekaman, korban diduga mendapat perlakuan kekerasan berupa tendangan, dorongan, hingga tamparan sebanyak dua kali.

Terdengar pula suara perempuan lain yang melontarkan ejekan menggunakan bahasa Madura.

Aksi tersebut diduga direkam oleh rekan pelaku dan kemudian diunggah ke media sosial dengan keterangan "Ga rombongan kok", seperti yang terlihat dalam video yang beredar.


Korban diketahui merupakan siswi salah satu SMP Negeri di Kecamatan Bondowoso. Sementara pelajar yang diduga melakukan pemukulan diketahui berasal dari salah satu SMK di wilayah kecamatan yang sama.

Dugaan sementara aksi tersebut dipicu persoalan kecemburuan. Namun polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan latar belakang kejadian secara utuh.


Meski demikian, proses asesmen dan pendampingan tetap dilakukan oleh Dinsos P3AKB.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi korban sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.



Editor : Riski Amirul Ahmad

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network