Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Air Bersih, Bupati Situbondo Ikut Pasok Bantuan dan Tinjau Kekeringan
SITUBONDO, INewsBondowoso.id - Di musim kemarau kali ini, krisis air bersih jadi persoalan serius di wilayah Situbondo, khususnya warga Desa Gunung Putri Kecamatan Suboh. Demi menyambung hidup memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa harus berjalan sekitar 2 kilometer ke tempat sumber air yang masih tersedia.
Terkait kendala yang dihadapi warga setempat, Pemerintah perlu turun tangan untuk mengatasi persoalan krisis air bersih, mengingat jarak yang jauh dan warga banyak yang terpaksa memilih membeli air, kondisi ini sudah berjalan sejak 4 bulan terakhir.
"Kami terpaksa membeli air jiregen yang di jual warga, karena untuk mengambil langsung ke Sumber air jaraknya jauh dan kondisi saya sudah tua, sedangkan sumber air dekat pemukiman warga sudah kering, untuk itu kami berharap pemerintah memberikan solusinya," kata Sumina (63) warga desa Gunung Putri.
Terkait kekeringan tersebut, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau langsung kondisi masyarakat sekaligus ikut mendiskusikan air bersih di desa Gunung Putri.
Bupati Situbondo bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menijau langsung kondisi warga dan turun ke sumber mata air yang masih tersedia.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan jika kekeringan ini tidak bisa ditangani dengan hanya mengirimkan bantuan air bersih.
Tetapi pemerintah perlu menyiapkan sumber mata air permanen dan memiliki akses yang lebih dekat dengan pemukiman warga. Pemerintah akan menganggarkan sumur bor.
"Untuk mengatasi krisis air bersih, tahun ini kita sudah anggarkan untuk pembangunan sumur bor. Ini menjadi salah satu upaya agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di saat musim kemarau," ungkap Bupati Situbondo.
Selama masih menunggu proses pembangunan sumur bor, pemerintah akan menambah bantuan distribusi air bersih yakni tiga kali dalam sepekan yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dari data yang dihimpun Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menyebutkan jika kekeringan berdampak kepada 11.409 jiwa di Kabupaten Situbondo dan jika musim kemarau terus berlanjut jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah.
Editor : Riski Amirul Ahmad