get app
inews
Aa Text
Read Next : Cuaca Buruk, Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Perairan Baluran

Redam Konflik Antar Nelayan Jangkar, Satpolairud Situbondo Lakukan Ngobar Masir

Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:35 WIB
header img
Satpolairud Polres Situbondo Bersama Nelayan Jangkar. Foto : Ist

SITUBONDO, INewsBondowoso.id - Perselisihan antara nelayan persoalan tangkapan ikan sering terjadi, berbagai upaya terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Salah satu upayanya yakni kegiatan Ngobar Masir (Ngopi Bareng Masyarakat Pesisir) yang digelar Satpolairud Polres Situbondo bersama Pos AL Jangkar di Pos Kamladu Jangkar.

Dengan Ngobar Masir, Konflik yang sempat terjadi di antara nelayan pesisir Kecamatan Jangkar akhirnya mendapat titik temu dan berhasil diselesaikan secara damai.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Satpolairud Polres Situbondo yang bersinergi dengan AL Pos Jangkar mendapat apresiasi sejumlah masyarakat.

Karena dengan cara adat ketimuran dengan dialog atau musyawarah ini, berhasil membangun komunikasi yang baik dan menjaga kondusivitas di wilayah perairan Kabupaten Situbondo.

Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP. Gede Sukarmadiyasa, menjelaskan bahwa mediasi dilakukan terhadap dua kelompok nelayan yang terlibat perselisihan, yakni nelayan Pakisan dan nelayan Gardan di pesisir Jangkar.

Berdasarkan hasil mediasi, konflik bermula dari dugaan pelanggaran zona tangkap ikan oleh nelayan Gardan serta tindakan pemotongan tali yang dilakukan oleh nelayan Pakisan.

"Setelah dilakukan klarifikasi dari kedua belah pihak dalam kegiatan Ngobar Masir diketahui bahwa permasalahan tersebut berawal dari kesalahpahaman saat aktivitas penangkapan ikan di sekitar rumpon di perairan Jangkar." Katanya. Jumat (19/6/2026)

Untuk meminimalisir perselisihan, petugas Satpolairud memberikan edukasi kepada nelayan Gardan terkait aturan zona penangkapan ikan.

Untuk kelompok nelayan pengguna jaring cantrang, wilayah penangkapan yang diperbolehkan berada di Jalur II atau sekitar empat mil laut dari garis pantai.

Selain itu, petugas juga mengingatkan nelayan Pakisan agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila terjadi persoalan di laut.

Masyarakat nelayan diminta segera melaporkan setiap permasalahan kepada petugas Satpolairud maupun TNI AL agar dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui dialog yang berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan dengan di temani kopi panas, kedua belah pihak akhirnya saling memahami, menyadari kesalahan masing-masing, serta berkomitmen untuk mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga ketertiban dan keharmonisan antar nelayan.

"Kegiatan mediasi berjalan aman dan kondusif. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan berkomitmen tidak mengulangi permasalahan serupa di kemudian hari," ujar AKP Gede Sukrmadiyasa.

Ngobar Masir sendiri menjadi salah satu program Satpolairud Polres Situbondo sebagai upaya pendekatan humanis yang terus dilakukan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir sekaligus mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah perairan.

Editor : Riski Amirul Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut