Koper Berisi Rp300 Juta Digelar Saat Audiensi di Kantor DPRD Situbondo

Sugeng Mariyanto
Perwakilan Satgas Anti Premanisme dan LSM ber- SKP Kabupaten Situbondo melakukan audensi bersama Anggota DPRD dan uang Rp 300 juta yang disediakan untuk mengganti biaya warga yang menjual hewan ternaknya untuk pengobatan di rumah sakit. Foto : Ist

SITUBONDO, INewsBondowoso.id - Ratusan orang yang terdiri dari perwakilan Satgas Anti Premanisme dan LSM Ber-SKP Situbondo, mendatangi Kantor DPRD Situbondo dengan membawa uang tunai Rp 300 juta.

Mereka datang meminta klarifikasi langsung kepada anggota DPRD terkait pernyataannya di pemberitaan beberapa media dan media sosial (Medsos), Rabu (8/7/2026).

Dalam pernyataan, Ningsih anggota DPRD Situbondo dari Fraksi PDIP dalam rapat paripurna bersama unsur eksekutif menyebut jika warga Situbondo masih ada yang terpaksa menjual kambing, menjual sapi, bahkan meminjam uang ke rentenir demi mendapatkan pelayanan yang lebih baik di rumah sakit Situbondo.

Dalam audiensi bersama DPRD itu, perwakilan Satgas Anti Premanisme dan LSM ini meminta penjelasan langsung agar informasi yang telah beredar di masyarakat bukan hanya menjadi bahan untuk kepentingan politik saja dan membuat masyarakat menjadi resah jika nanti sakit.

Mengingat anggaran yang disediakan oleh pemerintah cukup besar demi untuk layanan kesehatan masyarakat, salah satunya Program Berobat Gratis Tanpa Batas (Berantas).

Dalam kesempatan itu, Saiful Bahri selaku Kasatgas Anti Premanisme meletakkan satu koper berisi uang tunai Rp 300 juta di meja audensi ini, dihadapan berapa anggota DPRD menyatakan jika pihaknya bersama sejumlah LSM Ber-SKP telah sepakat akan mengganti biaya pengobatan warga yang sudah terpaksa menjual hewan ternak mereka dan sudah meminjam ke rentenir.

Hal ini sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian, bukan cuma untuk konten viral dan kepentingan politik saja dengan mengatasnamakan wakil rakyat.

"Kalau memang ada warga itu, sebutkan by name dan by address. Kami bersama teman-teman LSM siap mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan warga tersebut. Jangan sampai narasi yang berkembang hanya menjadi konten viral tanpa dasar yang jelas," ungkap Saiful Bahri.

Suherman, Pembina LSM Madura Asli (Madas) Kabupaten Situbondo pihaknya meminta DPRD agar memastikan kebenaran pernyataan tersebut sehingga tidak menjadi polemik di masyarakat.

" Kami sangat prihatin mendengar pernyataan tersebut, kan pemerintah sudah ada program kesehatan gratis. Yang paling miris sampai meminjam ke rentenir juga, saya malu di Situbondo masih ada rentenir, makanya itu perlu dijelaskan, di Situbondo ada program Berantas, apakah (program) itu tidak berjalan, saya hanya ingin tahu kebenarannya," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Situbondo, Rudi Afianto dalam audensi menjelaskan jika pernyataan yang telah viral tersebut bukan disampaikan sebagai pendapat pribadi, merupakan pandangan umum fraksi PDIP terhadap kinerja eksekutif yang berangkat dari aspirasi masyarakat.

" Bu Ningsih hanya membacakan pandangan umum fraksi, itu merupakan bahasa kerakyatan yang kami dengar dari suara-suara masyarakat. Jadi substansi bukan soal jual kambing jual sapi, bahwa kita harus meningkatkan pelayanan kesehatan dirumah sakit kita," katanya.

Sementara itu Ningsih Anggota Fraksi PDIP menyampaikan permintaan maaf jika pernyataan menjadi gaduh, dirinya hanya menjalankan tugas sebagai pembaca pandangan umum.

" Dalam kesempatan ini saya meminta maaf jika ini menjadi gaduh. Kami mendengar aspirasi masyarakat, itu yang kami sampaikan dan itu disampaikan dalam pandangan umum dalam rapat paripurna," ucapnya.

Dalam audensi sempat memanas karena pihak DPRD yang hadir dalam audensi dinilai berbelit-belit tak menjelaskan tentang keberadaan warga yang sudah menjual hewan ternak sehingga mereka menilai pernyataannya hanya demi konten viral.

Karena tak memberikan keterangan yang jelas, puluhan orang yang tergabung dalam aliansi LSM Ber-SKP Kabupaten Situbondo, sepakat setelah audensi akan melanjutkan persoalan ini ke jalur hukum.



Editor : Riski Amirul Ahmad

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network