PROPESOR Lumajang Jadi Wadah Alumni Ansor Perkuat Pengabdian dan Nilai Aswaja

Bambang Sugiarto
PROPESOR Lumajang Jadi Wadah Alumni Ansor Perkuat Pengabdian dan Nilai Aswaja

LUMAJANG, iNewsBondowoso.id – Para alumni dan mantan pengurus GP Ansor serta Banser di Lumajang membentuk forum silaturahmi bernama PROPESOR sebagai ruang untuk menjaga solidaritas sekaligus melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat. Kehadiran wadah ini menegaskan bahwa semangat kader tidak berhenti meski telah purna dari struktur organisasi.

PROPESOR atau Protolan Pemuda Ansor dirancang sebagai sarana konsolidasi alumni agar tetap terikat dalam nilai perjuangan Nahdlatul Ulama dan komitmen kebangsaan. Organisasi ini juga menjadi medium untuk menjaga loyalitas kepada ulama serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Koordinator PROPESOR Lumajang, Achmad Nurhuda, menyampaikan bahwa organisasi ini memiliki karakter tersendiri dibandingkan kelompok lain karena menggabungkan dimensi spiritual dan ideologis dalam setiap gerakannya.

“Kami menempatkan bimbingan ulama sebagai dasar dalam setiap langkah, sehingga aktivitas kader tetap berada dalam koridor agama dan akhlak,” ujarnya, Minggu (19/4).

Ia menjelaskan bahwa setiap anggota diarahkan untuk tetap disiplin dalam satu komando serta sejalan dengan garis perjuangan Nahdlatul Ulama. Militansi yang dibangun tidak berorientasi materi, melainkan berangkat dari keikhlasan dan niat ibadah.

“Semangat yang kami bangun adalah pengabdian, bukan kepentingan pribadi. Ini yang menjadi pembeda utama,” tegasnya.

Menurut Nurhuda, menjaga kehormatan ulama menjadi fokus utama organisasi. Selain itu, PROPESOR juga berkomitmen untuk berada di garis depan dalam menghadapi ancaman intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak nilai-nilai kebangsaan.

“Kami siap menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila dan melawan paham yang bertentangan dengan nilai Aswaja,” katanya.

Di sisi lain, PROPESOR juga mengusung misi kemanusiaan yang inklusif. Para anggotanya didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama, khususnya dalam penanganan bencana.

“Kami ingin hadir untuk semua, karena kemanusiaan tidak mengenal batas identitas,” tambahnya.

Landasan juang organisasi ini disusun oleh para sesepuh sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak di kehidupan sehari-hari. Dengan pijakan tersebut, PROPESOR diharapkan mampu memperkuat praktik moderasi beragama yang damai dan santun di tengah masyarakat.

“Kader harus tetap setia kepada NKRI dan konsisten menjaga persatuan bangsa sesuai Khittah NU 1926,” pungkas Nurhuda.

Editor : Riski Amirul Ahmad

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network