JEMBER, iNewsBondowoso.id - Ketahanan pangan menjadi isu strategis yang terus diperkuat melalui berbagai inovasi dan praktik langsung di sektor pertanian. Salah satunya melalui kegiatan panen raya semangka dan jagung manis yang tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dalam pengelolaan agribisnis berkelanjutan.
Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Diploma Tiga Manajemen Agribisnis Polije (Politeknik Negeri Jember) melalui program PBL (Project Based Learning) yang dilaksanakan di lahan praktik kampus. Program ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus manajerial mahasiswa dalam mengelola usaha pertanian secara mandiri, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil produksi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk segar, tetapi juga mengolah sebagian produk menjadi olahan bernilai tambah agar memiliki daya saing ekonomi yang lebih tinggi.
Salah satu mahasiswa, Siti Rosida, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman menyeluruh dari awal proses hingga pemasaran.
“Kami mendapatkan banyak manfaat, mulai dari perencanaan sebelum tanam sampai strategi menjual produk ke konsumen,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa praktik langsung di lapangan membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih tangguh, sekaligus melatih kerja sama tim dalam menghadapi dinamika pengelolaan lahan pertanian skala luas.
“Kegiatan ini sangat membantu dalam membangun kekompakan dan kemampuan bekerja dalam tim,” tambahnya.
Sementara itu, dosen Manajemen Agribisnis, Linda Ekadewi Widyatami, menegaskan bahwa PBL menjadi simulasi dunia kerja nyata bagi mahasiswa agar siap terjun ke industri agribisnis.
“Mahasiswa dilatih dari tahap perencanaan hingga pemasaran produk secara langsung,” jelasnya.
Ia juga menekankan harapan agar lulusan mampu menjadi penggerak sektor pertanian di daerah masing-masing dalam rangka memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
“Hal ini sejalan dengan program pemerintah tentang penguatan ketahanan pangan, sehingga dapat diterapkan langsung di masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, hasil panen dipasarkan melalui UPA Pertanian Terpadu kampus untuk menjangkau masyarakat sekitar. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan siap berkontribusi pada sektor agribisnis serta ketahanan pangan nasional.
Editor : Riski Amirul Ahmad
Artikel Terkait
