Teknologi Hot Water Treatment Mudahkan KWT Manggis 4 Tingkatkan Mutu Mangga
BONDOWOSO, iNewsBondowoso.id – Mangga menjadi salah satu komoditas hortikultura yang berpotensi dikembangkan di wilayah pedesaan. Kondisi lingkungan yang mendukung membuat komoditas ini memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Melihat potensi tersebut, tim pengabdian Politeknik Negeri Jember mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Manggis 4 di Kabupaten Bondowoso. Tim terdiri dari Dian Galuh Pratita, Huda Oktafa, dan Anggita Rizky Fadilah melalui pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Namun, peningkatan produksi belum selalu sejalan dengan mutu dan daya saing mangga. Petani juga perlu memperhatikan keamanan pangan serta efisiensi selama proses budidaya hingga penanganan hasil.
Karena itu, tim Polije mengenalkan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) kepada anggota KWT. Praktik tersebut mencakup pengelolaan lahan, pemilihan bahan tanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pengelolaan air, hingga panen.
“GAP membantu petani menerapkan budidaya secara lebih terarah, sehingga produktivitas dan mutu hasil dapat berjalan beriringan,” ujar Dian Galuh Pratita.
Selain budidaya, Dian menilai penanganan setelah panen juga memiliki peran penting dalam mempertahankan kualitas mangga. Terlebih, petani menghadapi peningkatan volume buah saat memasuki musim panen raya.
“Penanganan pascapanen perlu mendapat perhatian karena kualitas buah dapat menurun jika prosesnya tidak dilakukan dengan tepat,” jelas Dian.
Selanjutnya, tim memperkenalkan teknologi Hot Water Treatment (HWT) di KWT Manggis 4. Teknologi tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki proses penanganan mangga setelah panen sekaligus mendukung penerapan Good Handling Practices (GHP).
“Melalui HWT, kelompok dapat memiliki alternatif teknologi untuk menangani buah secara lebih terarah setelah panen,” tutur Dian.
Tim Polije juga menyediakan instalasi HWT yang dilengkapi meja sortir dan bak stainless steel. Selain itu, tim memberikan modul sebagai panduan agar anggota KWT dapat menggunakan teknologi tersebut secara mandiri.
Pendampingan juga mencakup teknik panen, sortasi, grading, dan pemilihan kemasan. Dengan penerapan tersebut, KWT Manggis 4 diharapkan mampu menjaga mutu mangga sekaligus memperkuat nilai ekonomi produk.
Editor: Riski Amirul Ahmad