Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Miliar Rupiah Dana Segar Siap Dorong Pelaku Usaha Mikro Naik Kelas
Advertisement . Scroll to see content

KemenUMKM Perkuat Ekosistem Digital dan Kemitraan untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:31 WIB
  • author SM Said
KemenUMKM Perkuat Ekosistem Digital dan Kemitraan untuk Dorong UMKM Naik Kelas
KemenUMKM memperkuat digitalisasi dan kemitraan usaha guna memperluas akses pasar, mendorong UMKM naik kelas, dan meningkatkan daya saing.

DENPASAR, iNewsBondowoso.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat ekosistem digital dan kemitraan usaha guna memperluas akses pasar serta mendorong pelaku UMKM naik kelas.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun, masih diperlukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah, kreativitas, produktivitas, dan konektivitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Hal tersebut disampaikan Bagus di Denpasar, Bali, Jumat (29/5/2026).

"Sebanyak 97 persen UMKM di Indonesia masih berada pada level mikro. Karena itu, yang terpenting adalah mendorong pengusaha UMKM agar naik kelas melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem usaha," ujarnya.

Bagus mengapresiasi berbagai inisiatif digital dan platform lokal yang dinilai berperan penting dalam memperkuat pemasaran produk UMKM serta membuka peluang produk dalam negeri masuk ke rantai pasar yang lebih besar.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, komunitas, dunia usaha, dan platform digital menjadi kunci dalam memperluas akses pasar bagi UMKM.

Ia mengungkapkan peluang pasar bagi UMKM masih sangat besar, salah satunya melalui belanja barang dan jasa pemerintah yang mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 40 persen dialokasikan untuk produk UMKM.

Selain itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan platform PaDi UMKM yang dikembangkan BUMN untuk memperluas akses pasar di berbagai daerah.

"Terdapat potensi belanja barang dan jasa pemerintah sebesar Rp1.100 triliun, di mana 40 persen dialokasikan untuk produk UMKM. Ini peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga memperkenalkan pengembangan platform SAPA UMKM yang tengah dibangun Kementerian UMKM sebagai superapps layanan terpadu bagi pelaku usaha.

Platform tersebut akan mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari pengurusan legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, hingga pendampingan dan pengembangan usaha.

"Melalui SAPA UMKM, kebutuhan pelaku usaha akan terhubung dalam satu pintu, mulai dari NIB, OSS, sertifikasi halal, hingga akses pembiayaan dan ekspor," ujarnya.

Selain digitalisasi, Kementerian UMKM juga terus mengembangkan ekosistem kemitraan berbasis klaster melalui skema holding UMKM yang menghubungkan usaha mikro, kecil, menengah, dan usaha besar.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan agregasi pasar, meningkatkan standardisasi produk, serta memperkuat akses pembiayaan dan pemasaran bagi pelaku UMKM.

Bagus menegaskan Kementerian UMKM akan terus berperan sebagai kolaborator dan integrator yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan pasar yang lebih luas guna memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

"UMKM harus terhubung dengan ekosistem yang lebih besar agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional," katanya.

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut