JEMBER, iNewsBondowoso.id - Ketahanan pangan nasional kini membutuhkan terobosan protein hewani alternatif yang murah dan mudah dibudidayakan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Rosa Tri Hermawati, M.Si., IPM., ASEAN Eng. sebagai guru besar baru bidang ternak puyuh pada Selasa (26/5/2026).
Menanggapi hal tersebut, Prof. Rosa Tri Hermawati menyatakan kesiapannya mengembangkan pangan lokal bergizi demi menopang kebutuhan nutrisi warga. Oleh sebab itu, beliau bersyukur mengemban amanah akademis tertinggi ini setelah melalui proses pengajuan yang panjang.
“Capaian profesor ini menjadi berkah melimpah sekaligus kesempatan besar untuk terus berkarya bagi kemajuan kampus,” ungkap Prof. Rosa Tri Hermawati.
Kemudian, Rosa menjagokan komoditas puyuh risetannya sejak 2008 sebagai solusi taktis penopang kedaulatan pangan keluarga. Hal ini karena unggas kecil tersebut memiliki siklus reproduksi yang sangat cepat serta hemat lahan pemeliharaan.
“Puyuh memiliki potensi besar untuk dikembangkan, meski bukan ternak utama seperti ayam petelur maupun pedaging,” jelas Rosa.
Jadi, ia mendorong hilirisasi riset budidaya puyuh agar langsung memberikan dampak ekonomi bagi peternak tradisional. Dengan demikian, sinergi bersama sektor industri akan memastikan hasil inovasi laboratorium terwujud nyata di lapangan kerja.
“Kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci utama agar hasil riset akademik menguntungkan masyarakat,” pungkas Rosa.
Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar, M.P., menyatakan bahwa kepakaran baru ini harus mampu menjawab tantangan gizi masyarakat secara berkelanjutan. Sebab, jalinan kuat antara akademisi dan peternak lokal akan mempercepat kemandirian pangan daerah.
“Kepakaran beliau di bidang ternak puyuh harapannya mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan kampus dan masyarakat,” ujar Direktur Saiful Anwar.
Selanjutnya, manajemen kampus memanfaatkan momentum ini untuk memacu para pengajar bergelar doktor agar segera meraih jabatan tertinggi. Alhasil, penguatan riset pangan berbasis vokasi akan memuluskan target transformasi institusi menuju PTNBH pada 2029.
“Penambahan profesor menjadi salah satu modal strategis Politeknik Negeri Jember dalam mewujudkan target transformasi menuju PTNBH pada 2029,” tambah Saiful.
Editor : Riski Amirul Ahmad
Artikel Terkait
