Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perkuat Ketahanan Pangan, Kapolres Bondowoso Gandeng Dunia Pendidikan Kembangkan Pertanian
Advertisement . Scroll to see content

Sosok AKBP Aryo Dwi Wibowo, Kapolres Bondowoso yang Pimpin Evakuasi 2 Pendaki Meninggal di Piramid

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:13 WIB
  • author Oky
Sosok AKBP Aryo Dwi Wibowo, Kapolres Bondowoso yang  Pimpin Evakuasi 2 Pendaki Meninggal di Piramid
Kapolres Bondowoso Saat Menyusuri Jalur Menuju Gunung Piramid. Foto : Ist

BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Di balik operasi evakuasi dua pendaki yang meninggal dunia di Gunung Piramid, Bondowoso, terselip sosok pemimpin yang memilih berada di garis terdepan.

Kapolres Bondowoso, AKBP. Dr. Aryo Dwi Wibowo,SH, SIK, MM tak hanya memberikan instruksi dari posko, tetapi turun langsung memimpin operasi SAR di medan pegunungan yang dikenal ekstrem dan berbahaya.

Sejak proses pencarian hingga evakuasi jenazah, AKBP. Aryo Dwi Wibowo terlihat berada bersama personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Brimob, dan para relawan.

Dibawah komando langsung Kapolres Bondowoso, proses pencarian hingga evakuasi para korban berjalan efektif sejak hari pertama dengan ditemukannya 2 korban meninggal dunia.

Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur.

Di bawah komandonya, strategi evakuasi disusun secara matang. Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk membentuk sistem estafet pengangkutan jenazah menggunakan tandu, sehingga proses yang berlangsung selama belasan jam itu dapat diselesaikan dengan aman meski harus menghadapi medan yang sangat sulit.


Proses estafet berlangsung dari gunung piramid dengan puncak ketinggan aman 900 meter hingga menuju pos 1.

Tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat saat melakukan evakuasi utamanya medan yang sangat terjal, kontur dan karakteristik gunung piramid tergolong sangat miring bahkan mendekati 90 derajat.

Evakuasi kedua jenazah dilakukan secara estafet dengan cara ditandu melintasi jalur yang ekstrem, tim harus menyusuri sungai, menanjak bukit terjal hingga melewati turunan curam.

​Meski banyak tantangan dan kesulitan saat proses evakuasi, Kapolres memastikan seluruh personel bekerja sesuai prosedur serta mengutamakan keselamatan dalam setiap langkah.

"Alhamdulillah secara keseluruhan proses evakuasi berlangsung dengan baik meski medannya cukup berat,"  tegas Kapolres Bondowoso.

Sebelumnya diberitakan, dua pendaki yang sempat dilaporkan hilang kontak saat mendaki Gunung Piramid ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) siang.

​Kedua korban adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan seorang pemandu lokal bernama Erfan (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Keduanya ditemukan sekitar pukul 12.13 WIB di bawah jalur Punggung Naga pada kedalaman sekitar 60 meter.







Editor: Riski Amirul Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut