Ratusan Siswa Bondowoso Gagal Lolos OSN Provinsi, Diduga Dispendik Lalai Unggah Berkas Administrasi
BONDOWOSO, INewsBondowoso.id - Nasib ratusan siswa di Kabupaten Bondowoso yang telah berjuang mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2026 mendadak berubah menjadi kekecewaan.
Mereka dikabarkan gagal melaju ke tingkat provinsi bukan karena nilai atau prestasi, melainkan diduga akibat kelalaian administrasi di Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso.
Kabar tersebut memicu protes dari para wali murid. Sejumlah orang tua mendatangi kantor Dispendik Bondowoso untuk meminta penjelasan sekaligus mempertanyakan masa depan anak-anak mereka yang telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan.
"Tujuan kami ke sini untuk mempertanyakan nasib anak saya," ujar Wati (nama samaran).
Ia mengaku heran karena anaknya yang sebelumnya pernah lolos hingga tingkat provinsi, kini justru tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
"Sampai hari ini tidak ada penjelasan kenapa bisa seperti ini," katanya.
Dalam pertemuan dengan Kepala Dispendik Bondowoso, Taufan Restuanto, pihak dinas disebut telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kesalahan dalam proses pengunggahan berita acara hasil seleksi.
Dispendik juga mengaku telah mengirim surat kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan kini masih menunggu keputusan.
"Pihak Dispendik meminta maaf. Katanya ada kesalahan saat mengunggah berita acara," ungkap Wati.
Para orang tua berharap pemerintah pusat memberikan kebijakan khusus agar para siswa tetap dapat mengikuti OSN tingkat provinsi.
Menurut mereka, para peserta telah berlatih keras dan tidak seharusnya kehilangan kesempatan hanya karena persoalan administrasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaksanaan OSN tingkat kabupaten di Bondowoso berlangsung di dua lokasi, yakni SMPN 2 Tenggarang dan MTsN 2 Bondowoso.
Namun, hasil seleksi dari lokasi SMPN 2 Tenggarang terancam tidak dapat diproses karena berita acara sebagai syarat administrasi tidak diunggah hingga batas akhir pengumpulan pada 22 Juni 2026.
Kasus ini mengingatkan publik pada peristiwa serupa yang sebelumnya terjadi di Kota Batu, Jawa Timur.
Saat itu, ratusan pelajar SD dan SMP juga gagal mengikuti OSN tingkat provinsi karena diduga terjadi kelalaian administratif dalam proses pengunggahan berkas.
Kini, para siswa dan orang tua di Bondowoso hanya bisa berharap adanya solusi dari Puspresnas agar kerja keras para peserta tidak berakhir sia-sia akibat kesalahan yang bukan mereka lakukan.
Editor: Riski Amirul Ahmad